Kamis, 8 April 2010 17:21 WIB Solo Share :

Pemohon BPM membeludak

Solo (Espos)–Pemohon kartu Bantuan Pendidikan Masyarakat (BPM) Kota Solo di hari ke dua, Kamis (8/4), membeludak. Lebih dari 1.000 pemohon, kemarin memadati Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT), kompleks Balaikota.

Akibatnya, hanya 682 pemohon yang mendapat nomor antrean dan dapat dilayani hari itu juga. Sementara ratusan pemohon lain diminta mengumpulkan berkas-berkas terlebih dahulu. Kartu BPM mereka akan disampaikan secara kolektif melalui sekolah masing-masing. Banyaknya jumlah pemohon diduga terjadi karena beredar informasi tidak benar di masyarakat.

“Katanya, pendaftaran hanya hari ini, padahal tidak. Ada juga yang bilang, kalau daftar hari ini bisa dapat kartu gold,” demikian alasan sejumlah warga.

Kepala KPPT Solo, Toto Amanto mengakui jumlah pemohon melebihi perkiraan. Nomor urut yang disediakan untuk dilayani hari ini, sudah melebihi nomor urut terakhir. Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, nomor urut dihentikan hingga nomor 682.

“Yang lainnya, berkas-berkas kami minta dikumpulkan. Nanti akan kami proses dan disampaikan lewat sekolah. Solusi itu khusus untuk hari ini karena jumlah pemohon melebihi kapasitas maksimal pelayanan KPPT. Pengajuan kami tutup pukul 13.30 WIB, namun untuk entry data tetap kami berusaha rampungkan hari ini, sehingga harapannya kartu besok jadi,” papar Toto.

Merujuk pada kondisi di hari kedua pelayanan BPM Kota Solo, Toto mengatakan mulai pekan depan akan memberlakukan jadwal pelayanan BPM berdasarkan wilayah.

Hal sama diakui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Rakhmat Sutomo. Rakhmat menerangkan pelayanan kartu BPM tetap dibuka dengan waktu tak terbatas. Untuk itu, masyarakat diminta tidak memaksakan diri jika memang jumlah pemohon dalam satu hari sudah melebihi kapasitas.

tsa

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…