Kamis, 8 April 2010 21:02 WIB Hukum Share :

Dendam, bapak babat anak tiri hingga tewas

Gunungkidul–Pembunuhan sadis terjadi di Dusun Gedangan I Desa Gedangrejo Kecamatan Karangmojo, Kamis (8/4) pagi. Dadang Hermawan, 23, warga setempat tewas seketika setelah mendapat bacokan bertubi-tubi yang didaratkan oleh Mulyono, 41, yang tidak lain ayah tiri korban. Diduga yang melatar belakangi pembunuhan karena perselisihan keluarga yang sudah berlangsung enam tahun belakangan.

Informasi yang dihimpun Harian Jogja di lokasi kejadian menyebutkan, berawal dari dendam keduanya yang sudah lama semenjak istri tersangka pergi ke Kalimantan karena pisah ranjang. Hubungan antara Dadang dan Mulyono semenjak Partini, istri tersangka merantau, semakin hari tidak akur hingga berpisah rumah. Tetangga di sekitar rumah tersebut seringkali melihat mereka cekcok mulut hingga berantem.

Ujung dari perselisihan tersebut mencapai puncaknya pada Kamis (8/4) sekitar pukul 09.00 WIB, saat tersangka menyambangi rumah korban untuk mengambil pakaian yang masih tertinggal. Tersangka tinggal bersama orang tuanya tidak jauh dari lokasi semenjak perselisihan tersebut.

Mengetahui ayah tirinya datang, korban yang dalam keadaan mabuk minuman keras sudah menyiapkan sebilah sabit dengan maksud untuk membacok tersangka.

Sampai di depan rumah, korban mengayunkan sabitnya ke tubuh tersangka, tapi berhasil ditangkis dan menghindar. Emosi keduanya memuncak, keduanya terlibat perkelahian hebat dan tersangka berhasil merebut sabit dan menguasai keadaan. Korban yang secara fisik lebih kecil dibandingkan tersangka yang badannya kekar tidak berdaya akibat tekontaminasi alkohol.

Dengan gelap mata Mulyono pun mengakhiri hidup anak tirinya dengan membabi buta hingga tewas kehabisan darah. Korban kemudian diautopsi di rumah sakit Dr Sardjito Jogja.

Warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara, Kabul Bianto mengatakan saat dirinya berada di lokasi mereka sudah rangkulan ketika dipisah korban sudah tewas berlumuran darah. Setelah menghabisi korban tersangka bermaksud melarikan diri tapi berhasil dicegah warga dan petugas Polsek Karangmojo yang sudah mendapatkan informasi sebelumnya.

Tersangka mengaku menyesal telah melakukan pembunuhan terhadap anak tirinya sendiri.

“Kalau menyesal sih menyesal mas, tapi saya tadi spontan kalap, tidak ada rencana melakukan itu sebelumnya,” kata Mulyono kepada Harian Jogja saat ditemui di Mapolsek Karangmojo.

Kapolsek Karangmojo AKP Bambang Setyadi saat dikonfirmasi mengatakan dari sejumlah luka bagian tubuh, bagian leher belakang yang paling parah hingga memutus pembuluh Vena. Luka tersebut yang mengakibatkan darah korban terkuras hingga akhirnya tewas di tempat. Tersangka diamankan di Mapolsek Karangmojo yang selanjutnya akan diserahkan ke Polres Gunungkidul.

Informasi yang beredar di masyarakat sekitar, peselisihan terjadi semenjak istri tersangka pergi merantau ke Kalimantan tanpa pamitan. Sedangkan tidak jauh dari rumahnya ada janda yang menjadi demenan  tersangka. Melihat ayah tirinya yang berkelakukan seperti itu, korban tidak bisa menghadapi kenyataan hingga perselisihan berlarut-larut yang pada akhirnya memakan korban jiwa.

JIBI/Harian Jogja/Akhirul

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…