Rabu, 7 April 2010 23:42 WIB Pendidikan Share :

Penuhi kuota 20%, RSBI siap terima siswa tidak mampu

Solo (Espos)–Sejumlah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) Kota Solo menyatakan siap memenuhi kuota 20% untuk menerima peserta didik baru dari keluarga yang kurang mampu.

Menurut Kepala SMAN 3 Solo, Drs H Ngadiyo MPd, proses seleksi penerimaan siswa RSBI dilakukan beberapa tahap meliputi penilaian rapor, tes kemampuan akademik dan psikologi.

Dia mengatakan, berdasarkan penilaian tersebut pihaknya akan merangking hasil nilai secara keseluruhan dan mencantumkan pengumuman seleksi pada website sekolah. Menurutnya, bagi siswa yang dinyatakan lulus seleksi namun berasal dari keluarga yang tidak mampu, pihaknya akan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa tersebut.
“Berapapun siswa yang masuk seleksi tapi dari keluarga yang kurang mampu kami siap untuk menampungnya,” jelasnya ketika dijumpai Espos di ruang kerjanya Senin (5/4).

Hal senada diungkapkan Kepala SMA Batik 1 Solo. Drs Literzet Sobri MPd. Menurutnya, dengan memberlakukan kuota 20% hingga 30% siswa yang kurang mampu tersebut dapat masuk di RSBI maka hal itu akan menepis anggapan bahwa RSBI hanya untuk siswa yang berasal dari keluarga menengah ke atas. Dia mengaku prihatin jika siswa yang memiliki kemampuan akademik tersebut tidak mendapatkan fasilitas pendidikan secara lengkap.

“Anggapan RSBI hanya untuk siswa mampu harus ditepis, mereka yang kurang mampu memiliki hak yang sama mendapatkan pendidikan tersebut,” papar dia.

Lebih lanjut, bagi siswa yang kurang mampu pihaknya akan memberikan keringanan hingga pembebasan biaya pendidikan. Menurutnya, meskipun telah membuka peluang bagi siswa yang kurang mampu tetapi berdasarkan pantauan di lapangan jumlah pendaftar tidak mencapai 10%.
Dia mengatakan, hal ini dimungkinkan karena minimnya pengetahuan masyarakat terkait program RSBI.

Dia menambahkan, berbeda dengan jadwal seleksi yang diberlakukan sekolah RSBI negeri, pihaknya akan mulai proses seleksi berupa tes tertulis pada tanggal 8 Mei mendatang. Menurutnya, karena siswa jadwal seleksi yang tidak sama antara negeri dan swasta, maka tidak menutup kemungkinan siswa dapat mendaftar dua sekolah sekaligus.

das

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…