Musik calung bakal dikumandangkan di ASEAN-Korea Music Traditional

Solo (Espos)–Untuk kali kedua, para musisi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo bakal mengusung musik bambu atau calung ke Negeri Gingseng, Korea. Mereka akan mengolaborasikan musik calung dengan beragam musik tradisi lain dari negara-negara Asia Tenggara dan Korea dalam gelaran ASEAN-Korea Music Traditional 2010, 13-26 Mei mendatang.

“Akan ada lima musisi, satu komposer dan satu sinden. Formatnya masih agak sama dengan tahun kemarin cuma ganti satu personel saja,” papar Purwa Askanta yang menjadi komposer delegasi Indonesia ke acara tersebut, Rabu (7/4), di ISI Solo.

Selain Purwa Askanta, mereka adalah Darno Kartawi, AL Suwardi, Hadi Budiyono, Agus Prasetyo, dan Prasadyanto. Sedangkan penyanyi asal Solo Sruti Respati didapuk sebagai sinden atau pengisi vokal. Mereka akan membawakan lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang Martohatono dengan diiringi musisi lain dari 11 negara.

“Jadi bentuknya dalah pertunjukan orkestra. Sebagai delegasi dari Indonesia kami akan memainkan musik calung, sementara negara-negara lain akan memakai instrumen musik tradisi mereka sendiri-sendiri,” terang Purwa.

Dalam ASEAN-Korea Music Traditional 2010, masing-masing negara mengirimkan lima hingga tujuh pemusik. Jadi rata-rata akan ada 70-an pemusik yang bermain serentak membawakan 11 lagu dari negara peserta.

“Sangat sulit menggabungkan karakter dari masing-masing instrumen yang dibawa 11 negara. Jadi, kami juga harus mengenal instrumen dan susunan nada dari peserta lain,” jelas dosen ISI Solo tersebut.

Darno Kartawi menambahkan, pergelaran ASEAN-Korea Music Tradisional 2010 yang diadakan di Korea tak hanya menjadi sebuah ajang pertunjukan musik. Tetapi sekaligus menjadi sarana soft diplomasi antara negara-negara di Asia Tenggara dengan Korea agar semakin dekat.

hkt

Editor: | dalam: Issue |
Menarik Juga ยป