Rabu, 7 April 2010 14:53 WIB News Share :

Haposan ajukan penangguhan penahanan

Jakarta–Haposan Hutagalung, pengacara yang menjadi tersangka kasus rekening Gayus telah mengajukan penangguhan penahanan ke penyidik Mabes Polri.

Pengacara Haposan, Victor Nadapdap di Jakarta, Rabu (7/4) mengatakan, surat penangguhan penahanan telah dikirimkan ke penyidik dua hari lalu namun hingga kini belum mendapatkan jawaban.

Tidak hanya mengajukan penahanan, Haposan juga mengajukan pengalihan tahanan dari tahanan rutan menjadi tahanan kota.

“Kita ajukan penangguhan dan pengalihan penahanan sekaligus. Mudah-mudahan salah satu dikabulkan,” ujar Victor.

Alasan pengajuan penangguhan penahanan yang disampaikan ke penyidik adalah Haposan tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan punya tanggungjawab untuk menghidupi puluhan karyawannya.

“Haposan punya kantor pengacara dan satu LBH yang punya 60 karyawan. Kalau ditahan terus, bisa-bisa karyawan terlantar,” katanya.

Victor mengatakan, hingga kini Haposan masih terus diperiksa oleh penyidik baik sebagai tersangka maupun sebagai saksi untuk tersangka yang lain.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan, Haposan diduga menjadi sutradara untuk merekayasa penyidikan rekening Rp 25 miliar milik Gayus Tambunan, staf Ditjen Pajak.

“Adanya aliran dana dalam kasus ini diatur penuh oleh HH (Haposan Hutagalung). Ia sebagai sutradara yang menskenariokan itu,” katanya di Jakarta, pekan lalu.

Haposan, kata Aritonang, merancang skenario agar uang Gayus Rp 25 miliar dapat dicairkan dan dia juga mencari orang bernama Andi Kosasih untuk mengaku sebagai pemilik uang.

Untuk merancang skenario itu, ujarnya, Haposan mengadakan dua kali pertemuan di dua hotel berbeda di Jakarta. Pertemuan pertama di Hotel S dihadiri oleh Haposan, Andi Kosasih dan Gayus Tambunan.

“Setelah pertemuan pertama sepakat, mereka mengadakan pertemuan kedua di Hotel KC bersama dengan penyidik yang menangani yakni Kompol A dan seorang petugas administrasi penyidikan,” katanya.

Pertemuan itu menghasilkan skenario jalannya perkara yang dihadapi Gayus. Andi Kosasih telah menyerahkan diri ke Polri dan kini ditahan, demikian juga Kompol Arafat (Kompol A) juga telah ditahan.

Andi ditahan karena memberikan keterangan palsu karena mengaku sebagai pemilik uang sedangkan Arafat ditahan karena diduga menyalahgunakan wewenang.

Namun, Victor Nadapdap membantah bahwa kliennya telah merekayasa berkas penyidikan dengan tujuan agar Gayus dapat lolos dari jeratan hukum.

Menurut Victor, sebagai pengacara Gayus, Haposan tidak mungkin melakukan rekayasa kasus karena pengacara hanya mendampingi selama pemeriksaan dan tidak ada hubungan dengan jalannya perkara.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Pengawas, Estimator, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Bangjo untuk Citra Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/9/2017). Esai ini karya Sugeng Riyanto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah ust.sugeng@gmail.com. Solopos.com, SOLO —┬áDalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Solo bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota…