Rabu, 7 April 2010 16:18 WIB Sukoharjo Share :

Demokrat somasi Tarto, PDIP tuntut permintaan maaf

Sukoharjo (Espos)–Partai Demokrat akan mengajukan somasi kepada bakal calon (Balon) wakil bupati dari Partai Golkar, Sutarto atas statemennya terkait dukungan grassroot dari empat partai besar kepada pasangan Titik Bambang Riyanto-Sutarto dalam pekan ini.

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menuntut permintaan maaf secara terbuka dalam waktu 2×24 jam terhitung sejak kemarin kepada Tarto. Apabila dalam dua hari ini tidak ada itikat baik dari pihak Tarto, PDIP bakal berkoordinasi dengan empat partai lain untuk menentukan sikap selanjutnya.

Sebelumnya, dalam jumpa pers Selasa (6/4), Tarto mengatakan mendapat dukungan dari Forum Lintas Partai (FLP) serta grassroot dari empat Parpol besar. Keempat Parpol besar itu adalah PDIP, Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan terakhir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Anggota tim sembilan dari Partai Demokrat, Ardy Parastyo menjelaskan, pihaknya menyayangkan statemen yang dirilis Tarto di media mengenai sikap grassroot kader partainya. “Kami sangat menyayangkan statemen itu. Tarto boleh sombong tapi jangan mengobok-obok rumah tangga partai lain,” jelasnya ketika dijumpai wartawan, Rabu (7/4).

Ardy menambahkan, tidak benar apabila grassroot Partai Demokrat mendukung TBR-Sutarto. Pasalnya, suara Partai Demokrat bulat untuk pasangan M Toha-Wahyudi.

Dengan mempertimbangkan imbas atas statemen Tarto kepada Partai Demokrat, menurut Ardy, pihaknya dalam waktu dekat akan mengajukan somasi.

Ketua tim sukses Wardoyo Wijaya-Haryanto (Warto), Dwi Jatmoko menambahkan, pihaknya juga menyesalkan ucapan Tarto yang sudah terlanjur termuat di media.

aps

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…