Rabu, 7 April 2010 16:28 WIB News Share :

52 Persen subsidi listrik dinikmati kalangan mampu

Jakarta– Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan sebanyak 52 persen subsidi listrik masih dinikmati oleh kalangan mampu. “52 persen subsidi listrik kita lari ke yang tidak berhak, yang seharusnya mereka lebih dari mampu untuk membayar itu. Artinya tidak harus terjadi. Padahal yang tidak mampulah yang harus kita lindungi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/4).

Ia mengatakan, hal seperti itu tidak perlu terjadi karena yang menjadi prioritas untuk mendapatkan subsidi listrik adalah kalangan tidak mampu. “Ini kan tidak harus terjadi, dari total subsidi listrik misalkan Rp54 triliun, ya 52 persen lari ke yang tidak perlu disubsidi,” ujarnya.

Menurut dia, subsidi masih diperlukan hingga kesejahteraan masyarakat meningkat, terutama untuk konsumen pengguna listrik dengan daya 450-900 Va.

Untuk itu, ia menambahkan, pemerintah masih menyiapkan peta jalan (road map) agar dapat meletakkan pemberian subsidi listrik dalam konteks restrukturisasi yang tepat, yang saat ini sedang dalam pembahasan di DPR.

Ia juga menambahkan, pembicaraan mengenai kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang menurut rencana akan naik pada Juli 2010, hingga saat ini juga masih dalam pembahasan dengan DPR. “Hal-hal yang berhubungan dengan TDL nanti ada pembahasan sendiri dengan dewan, apalagi dulu kan sudah ada kesepakatan untuk naik 10-15 persen pada Januari, tapi masih dalam penundaan,” ujarnya.

Kompas.com/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. SARANA SURAKARTA VENTURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Kementerian Riset Teknologi dan…