Selasa, 6 April 2010 14:21 WIB News Share :

Suku Laut di Batam terancam punah

Batam – Suku Laut yang mendiami Pulau Bertam terancam punah karena kurang mendapat perhatian pemerintah daerah. Dari jumlah sebelumnya mencapai 70 kepala keluarga pada tahun 1976, kini hanya tersisa 35 kepala keluarga.

“Rumah mereka pun sudah rusak parah,” kata Ketua Umum Kordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial Kota Batam, Sri Soedarsono di Kantor Wali Kota Kota Batam, Selasa (6/4).

Berkurangnya Suku Laut ini ada yang disebabkan pergi karena tidak lagi mendapat perhatian pemerintah. Mereka kembali ke habitatnya, yakni perahu dijadikan rumah.

Awal pembangunan Batam, Suku Laut direlokasi ke Pulau Bertam dan disediakan rumah yang dibangun di pinggir laut. Tapi rumah yang dibangun tahun 1980-an itu sudah tidak bisa digunakan lagi, akibatnya ditinggal oleh penghuninya. “Jadi harus diperhatikan lagi Suku Laut itu, karena itulah penduduk asli Batam,” kata Sri Soedarsono.

Mantan Menteri Sosial, Hayono Suyono, mengatakan untuk pemerataan kesejahteraan harus ada sukarelawan bidang sosial. Selain itu perusahaan yang ada di seluruh Indonesia harus mengimplementasikan Community Social Responsibility (CSR).

Dengan cara itu, katanya, pemerataan kesejahteraan bisa cepat terealisasi tanpa menunggu pemerintah. Pemerintah, kata Hayono, tidak mungkin terus mensubsidi, jadi harus ada keterlibatan masyarakat masih mampu di bidang finansial dan kemudian berbagi rasa.

Oleh sebab itu, tambahnya, diperlukan sukarelawan dalam kegiatan sosial ke depan. Hayono menyebutkan, saat ini pihaknya telah membentuk 7.500 kelompok sukarelawan sosial dari kebutuhan sebanyak 700 ribu kelompok yang terdiri dari 10 orang tiap kelompok. “Jadi mencapai kesejahteraan berbasis masyarakat,” ujar Hayono.

Kehadiran Hayono Suyono di Batam dalam rangka menghadiri Peringatan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial Kota Batam XXIV, 4 April (1988-2010 ). KKKSB dibentuk oleh Ny. Sri Soerdarsono, adik kandung Mantan Presiden RI BJ Habibie.

Tempointeraktif/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…