Selasa, 6 April 2010 11:26 WIB News Share :

PDI Perjuangan tutup pintu koalisi

Denpasar РKetua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  Megawati Soekarnoputri mengakui bahwa partainya dihadapkan pada ujian sejarah yang tidak mudah. Partai disodorkan pada suatu pilihan pragmatis antara pilihan koalisi dan oposisi.

“Saya perlu tegaskan cita-cita yang melekat pada partai kita jauh lebih besar dari sekedar kursi di parlemen atau sejumlah menteri ataupun juga sampai melangkah ke istana,” ujarnya dalam pidato pembukaan Kongres III di Hotel Inna Grand Bali, Selasa (6/4).

Putri Bung Karno ini kembali menegaskan bahwa sebagai partai ideologis, posisi PDIP sangat jelas. “Tidak akan pernah jadi bagian kekuasaan yang tidak berpihak pada wong cilik, apalagi dari sudut ketatanegaraan yang dianut, diskursus oposisi-koalisi tidak patut diperdebatkan. Kita tidak harus terjebak,” ujarnya.

Namun, Mega menambahkan meskipun begitu tidak berarti PDIP anti kekuasaan. Tapi sikap ini menegaskan jika suatu saat PDIP harus memegang tampuk pemerintahan, hal itu terjadi karena kehendak rakyat. Sebaliknya Jika rakyat menginginkan sebagai penyeimbang untuk check n balance bisa berjalan juga atas kehedak rakyat.

Mega menyayangkan beberapa pemahaman yang meninggalkan inti etis dan ideologis dari politik. Menurutnya tugas utama yang diwariskan pendiri partai adalah mensejahterakan rakyat yang lebih utama dari bagi-bagi kekuasaan.

Ia yakin dalam kegotongroyongan masa depan PDIP akan menemukan puncak keemasan. “Karenanya sebagai kader kita harus berbangga bukan karena bersekutu dengan kekuasaan tapi ketika kita bersama-sama menangis dan tertawa dengan rakyat.”

Tempointeraktif/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…