Selasa, 6 April 2010 15:31 WIB News Share :

Meliput pelantikan, wartawan TV One ditikam

Pekanbaru — Seorang wartawan TV One menderita luka parah akibat ditikam sekelompok orang saat melakukan tugas meliput pelantikan Kepala Desa Pesanggrahan, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Selasa (6/4).

Berdasarkan informasi, korban bernama Rian Riyadi dari TV One. Ia merupakan juru kamera lepas yang bertugas di Indragiri Hilir. “Korban menderita luka akibat ditikam dengan pisau di paha kanannya,” kata saksi mata, Loly Andriawan.

Ia mengatakan, insiden tersebut bermula saat sejumlah wartawan meliput pelantikan Kepala Desa (Kades) Pesanggrahan di balai desa sekitar pukul 09.30. Kades Pesanggrahan H Mugni menjadi sorotan karena sudah 17 tahun menjadi kepala desa. Padahal, dalam peraturan daerah (perda), seorang kades hanya bisa menjabat dua periode atau hanya 10 tahun.

Menurut dia, pelantikan tersebut diwarnai penolakan dari belasan warga terhadap kades terpilih. Panitia pelantikan kades berusaha membubarkan aksi damai warga tersebut, dan sempat terjadi adu fisik di antara kedua pihak.

“Korban berusaha mengambil gambar panitia yang mengejar pendemo. Namun, beberapa panitia memukul korban dengan balok dari belakang hingga ia terjungkal. Lalu panitia langsung mengeroyok korban dan tiba-tiba ada yang menikam,” ujar Loly.

Ia mengatakan, korban sempat melawan, tetapi pelaku terlalu banyak. Panitia pelantikan kades bahkan merebut kamera video korban dan membantingnya hingga rusak. Ia mengatakan, korban kini dilarikan ke Tembilahan, ibu kota Indragiri Hilir, untuk mendapat perawatan medis.

Kompas.com/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…