Selasa, 6 April 2010 10:48 WIB News Share :

Megawati titikkan air mata

Bali— Megawati menitikkan air mata ketika menirukan wejangan ayahnya, Bung Karno, dalam orasi politiknya di pembukaan Kongres III PDI Perjuangan, Selasa (6/4/2010) di Sanur, Bali. Suara seraknya membuat suasana hening untuk beberapa saat.

Hal itu terjadi ketika Megawati mencoba menggambarkan kondisi PDI-P sekarang yang mengingatkannya pada masa-masa sulit kehidupan Bung Karno dan keluarga besarnya, termasuk dirinya.

“Ini mengingatkan tahun-tahun sulit Bung Karno. Ia pernah berpesan, maju terus, mundur ajur, mandek ambleg. Kita berada pada titik point of no return (tak ada jalan untuk kembali),” kata Megawati. Pesan Bung Karno itu kurang lebih berarti: maju terus, jika mundur akan hancur, jika berhenti akan runtuh.

Pesan Megawati itu mengacu pada terus merosotnya perolehan suara PDI-P pada dua pemilu terakhir. Ia minta para kadernya untuk kembali berjuang dan bangkit dari kelengahan. Tata ulang perangkat perjuangan, tetap optimis. “Partai ini adalah partai wong cilik yang dipersembahkan kepada mereka. Mari jadikan tahun-tahun ke depan sebagai tahun harapan,” kata Megawati.

Kompas.com/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…