Selasa, 6 April 2010 13:03 WIB News Share :

Makam Gus Dur telan Rp 16 Miliar

Surabaya–Pemerintah Kabupaten Jombang dan Provinsi Jawa Timur siapkan dana senilai Rp 16 miliar untuk membangun infrastruktur makam mantan Presiden Kiai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur.

“Setelah kita hitung totalnya Rp 16 miliar, dari Pemkab Jombang Rp 4 miliar dan dari kita (provinsi) Rp 12 miliar,” kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, di kantornya, Selasa (6/4).

Dana sebesar itu, akan diperuntukkan untuk membangun lahan parkir sekaligus fasilitasnya seperti toilet serta area pertokoan cindera mata. Selain itu, dana tersebut juga untuk perluasan jalan menuju lahan parkir serta pembangunan infrastruktur jalan dari lahan parkir menuju kompleks makam.

“Selama ini, kegiatan belajar mengajar di pesantren terganggu oleh peziarah, infrastruktur yang segera dibangun ini semoga bisa mengatasi masalah,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf.

Selain Pemprov Jatim dan Pemkab Jombang, pemerintah pusat dalam hal ini juga segera membangun tembok pemisah antara pesantren dengan makam. “Tapi dananya dari pusat, Gus Sholah juga sudah minta ke pusat,” tambahnya.

Sementara itu, untuk persiapan acara mengenang wafatnya 100 hari Gus Dur yang akan digelar pada Kamis (8/4) malam, Saifullah yang juga keponakan Gus Dur ini berharap seluruh peziarah bisa tertib dan menjaga kekhuzukan ziarah.

tempointeraktif.com/ewt

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…