Selasa, 6 April 2010 20:25 WIB News Share :

Gayus sebut 13 nama bantu praktik markus

JAKARTA (Espos)- Gayus H.P. Tambunan, mantan pegawai eselon IIIA Ditjen Pajak, telah menyebutkan sedikitnya sekitar 13 orang turut membantunya dalam praktik mafia pajak.

Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao menuturkan pihaknya telah berkesempatan berdialog dengan Gayus semalam selama sekitar 1,5 jam.

Pada kesempatan tersebut, Gayus menyebut lebih dari 10 orang yang menurut pengakuannya turut membantunya dalam praktik mafia pajak.

“Dia menyebut sejumlah nama, dan sebagian besar saya tidak mengenal nama-nama itu. Ada sekitar 12 atau 13 orang dan anggota saya sedang memferified data-data itu,” jelas dia usai menghadiri pelantikan eselon II Direktorat Jenderal pajak, sore ini.

Dari belasan orang yang disebut Gayus, Hekinus mengungkapkan sebagian merupakan pejabat eselon II Ditjen Pajak, sisanya belum jelas dan kemungkinan ada yang berasal dari luar Ditjen Pajak.

Namun, Hekinus belum bisa mengungkapkan identitas orang-orang tersebut hingga klarifikasi data tuntas dilakukan.

“Mungkin dalam satu atau dua hari sudah bisa ada hasil.”

Di luar itu, dia mengatakan Kementerian Keuangan telah menonaktifkan 10 pejabat di Direktorat Keberatan dan Banding pasaca-terbongkarnya kasus Gayus.

Dari kesepuluh orang tersebut, tujuh orang mengalami demosi atau mutasi, sedangkan tiga orang dibebas-tugaskan yang salah satunya Direktur Keberatan dan Banding Bambang Heru.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan memutuskan untuk memutasi 10 orang pejabat eselon II Ditjen Pajak dan sekaligus menunjuk dan mengangkat penggantinya. (JIBI/Agust Supriadi/fh)

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…