Selasa, 6 April 2010 15:15 WIB News Share :

Anggaran Program KB rendah

Jakarta — Masih banyak kabupaten dan kota di Indonesia yang mengabaikan progam Keluarga Berencana (KB). Program itu dianggap menghabiskan anggaran dan tidak menghasilkan uang.

Itu sebabnya anggaran untuk program KB masih rendah. Secara nasional, anggaran tersebut Rp 1 triliun, atau naik dari tahun 2009 yang nilainya mencapai Rp 600 miliar. Kenaikan tersebut, antara lain, karena adanya dukungan dana dari Asian Development Bank dan Bill & Melinda Gates Foundation melalui Advance Family Planning selama tiga tahun. Dana tersebut terutama untuk advokasi kepada pemerintah kabupaten/kota.

“Indonesia pernah lulus dalam program KB tahun 2004. Selain itu, Indonesia memiliki suara kuat di selatan dan termasuk G-20. Oleh karena itu, saya yakin Indonesia akan memberikan kontribusi signifikan bagi selatan,” kata Jose Rimon II dari Bill & Melinda Gates Foundation di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/4).

Dalam peluncuran Advance Family Planning, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, target tahun 2010 untuk angka kematian bayi adalah 24 per 1.000 kelahiran hidup. Turun dari tahun sebelumnya yang 34 per 1.000 kelahiran hidup. Tahun 2015, target tersebut turun lagi menjadi 23 per 1.000 kelahiran hidup.

Untuk angka kematian ibu, target tahun 2010 adalah 118 per 100.000 kelahiran hidup. Turun dari pencapaian sebelumnya yang 228 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara target tahun 2015 adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup.

Kompas.com/ tiw

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….