Senin, 5 April 2010 21:28 WIB Travel Share :

Ringin Semar, peringatan setahun Indonesia merdeka

Ringin Semar, sebuah nama yang barangkali sudah tidak asing lagi di telinga warga Solo dan sekitarnya. Namun, masih banyak yang belum mengetahui makna, wujud dan sejarahnya.
Sebuah pohon beringin tua yang terletak di pinggir Jl Wolter Monginsidi dekat pertemuan dengan Jl Ahmad Yani, tepatnya di utara jalan, sebelah barat Hotel Asia, ini sepintas hanya tampak pohon yang rindang. Pohon ini dikelilingi pagar dan telah dibuat pula prasasti tapi tidak ada tanda tangan peresmian.

Begitu dikenalnya Ringin Semar, nama kampung setempat yakni Posanan, malah kalah tenar dengan Ringin Semar. Sehingga nama kampung di wilayah RW VI ini pun lebih dikenal dengan sebutan Ringin Semar. Bahkan, Kelurahan Tegalharjo memiliki ciri khas yang mudah dikenal masyarakat, yakni adanya Ringin Semar.

Diberi nama Ringin Semar karena di tempat itu memang ada pohon beringin. Pohon itu ditanam setahun setelah Indonesia merdeka, 17 Agustus 1946, sehingga untuk mengenangnya maka diberi nama Ringin Semar, artinya setahun mardika. Nama ini tidak ada kaitan dengan tokoh punakawan dalam kisah pewayangan yakni Semar.

“Dengan nama itu maksudnya sebagai pepeling bagi warga bahwa pohon itu ditanam tepat peringatan setahun setelah Indonesia merdeka,” tutur Darmasmoro, warga setempat.
Pemilik rumah yang juga sesepuh warga dan cucu pemrakarsa, Hj Siti Mulyani Purbopurwanto, menceritakan pemrakarsa RNg Jogohardono yang juga abdi dalem Keraton Surakarta bersama warga setempat menanam pohon beringin yang diambil dari keraton. Sebelumnya sempat beberapa kali warga menanam pohon di lokasi sama tapi selalu mati. Akhirnya didahului perayaan nanggap ketoprak sehari semalam serta membuat sesaji ala kraton, pohon beringin yang ditanam tetap hidup.

”Karena penanaman pohon itu memang pada 17 Agustus 1946, tepat setahun setelah Indonesia merdeka. Jadi Ringin Semar artinya pohon beringin yang ditanam setahun mardika,” kata dia, Sabtu (3/4).

Oleh: Pardoyo, Litbang SOLOPOS

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…