Senin, 5 April 2010 19:18 WIB Wonogiri Share :

Realisasi SKB 5 menteri tentang penyelamatan WGM dipertanyakan

Wonogiri (Espos)–Realisasi surat keputusan bersama (SKB) lima menteri dan delapan badan usaha milik negara (BUMN) yang melahirkan Instruksi Presiden (Inpres) No 5 Tahun 2008 tentang Penyelamatan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri dipertanyakan. Hingga kini belum ada realisasi konkret dari SKB bernilai Rp 11 triliun itu.

Bahkan usulan pembuatan 149 cek dam di sepanjang aliran sub daerah aliran sungai (DAS) Keduwang dengan nilai investasi sebesar Rp 745 miliar untuk mengurangi aliran sedimentasi dari sungai tersebut ke WGM belum direspons. Padahal, sub-DAS Keduwang merupakan penyumbang terbesar sedimentasi di WGM sehingga mestinya mendapat prioritas.

Tak hanya itu, Sub DAS Keduwang juga ditetapkan sebagai pilot project penanganan DAS secara terpadu untuk penyelamatan WGM secara keseluruhan.

Beberapa dari lima kegiatan pokok yang sudah dilaksanakan baru sebatas upaya vegetasi oleh BUMN, yaitu penanaman karet rakyat, sereh wangi dan tanaman lain dengan target 300 hektare namun baru terealisasi 40-an hektare di Jatipurno.

Selain itu, hanya kegiatan-kegiatan kecil seperti gerakan nasional kemitraan penyelamatan air (GNKPA), pembuatan gorong-gorong dan sebagainya yang nilainya hanya puluhan hingga ratusan juta.

Karena itulah, mulai April 2010 ini, Pemkab berencana melakukan pengawalan ketat terhadap realisasi SKB tersebut dan usulan-usulan penanganan WGM yang telah diajukan. Pemkab akan melakukan evaluasi secara rutin pelaksanaan program itu di masing-masing SKPD terkait seperti DPU, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Lingkungan Hidup, dan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura. Di samping melakukan upaya untuk terus menanyakan ke kementerian yang terlibat dalam SKB itu yaitu Menko Perekonomian, Kementerian Pekerjaan Umum, Pertanian, Kehutanan dan BUMN.

Hal tersebut, terungkap dalam rapat koordinasi tindak lanjut kolaborasi penyelamatan WGM oleh lima menteri dan delapan BUMN yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Senin (5/4).

Rapat tersebut dihadiri Sekda Wonogiri Suprapto, Kepala Bappeda, Pranoto, para camat dan instansi terkait.

Ditemui seusai rapat, Pranoto mengungkapkan, sangat penting untuk terus mengawal pelaksanaan SKB tersebut. Terutama usulan pembuatan 149 cek dam di Sub DAS Keduwang.

Kabid Prasarana Wilayah Bappeda Wonogiri, Edy Djoko Dwiyono menambahkan di Wonogiri ada enam sub DAS besar yang perlu penanganan. Keenam sub DAS tersebut adalah Sub DAS Keduwang, Temon, Solo Hulu, Wiroko, Alang dan Ngunggahan. Semuanya mengalir ke WGM.

shs

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi mebel, Drafter, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…