Senin, 5 April 2010 21:34 WIB Hukum Share :

Polisi ringkus pembobol kartu ATM

Semarang (Espos)–Aparat Kepolisian Wilayah (Powiltabes) Semarang meringkus pelaku pembobolan kartu ATM, Agus Supriyono, 36, warga Kelurahan Johotlewang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjaranegara.

Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti, dua buah kartu ATM Bank BNI nomor 5264.2224.4033.6477 atas nama Paulus Adi Prasetyo dan kartu ATM palsu dengan nomor 5264.2224.4033.7558.

“Pelaku masih diperiksa secara intensif untuk pengembangan penyelidikan. Kami juga masih melakukan pengejaran pelaku lainnya yang masih buron,” kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Waka Satreskim) Polwiltabes Semarang, Kompol Iskandar Sitorus kepada wartawan di Mapolwiltabes, Senin (5/4).

Menurutnya, pelaku terakhir beraksi di depan kantor Imigrasi Semarang, Sabtu (20/3) dengan korban Sri Asih, 30, warga Kota Salatiga yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan dalam melakukan aksinya tersangka bersama temannya BG, 30 yang masih buron. Modusnya dengan mengajak berkenalan Sri Asih.

Kemudian Agus, meminjam kartu ATM milik korban dengan alasan untuk kepentingan mengecek saldo transferan uang dari temannya.

Tanpa menaruh curiga, korban bersama Agus masuk lantas ke ruang ATM untuk mengecek saldo milik korban apakah uang transfer sudah diterima atau belum.

“Ternyata itu hanya upaya tersangka untuk mengetahui nomor PIN kartu ATM korban,” ujar Iskandar.

Setelah mengetahui nomor PIN kartu ATM milik korban, tersangka kemudian mengambil kartu ATM milik Sri Asih dan menukarnya dengan kartu ATM palsu yang telah disiapkan.

“Tersanga Agus bersama temannya BG, menguras uang milik korban melalui ATM senilai Rp 20 juta,” katanya.

Iskandar menambah, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara diatas lima tahun.

oto

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…