Senin, 5 April 2010 19:59 WIB News Share :

Pamen Polri jadi terperiksa kasus Gayus

Jakarta–Tiga anak buah Brigjen Pol Raja Erizman dan Brigjen Pol Edmon Ilyas ditetapkan sebagai terperiksa oleh Propam Polri. Ketiganya berpangkat perwira menengah.

“Kalau kaitan dengan kode etik profesi, terperiksa sudah 5 orang. Edmon, Raja, Eko (Kombes Pol Eko Budi Sampurno), AKBP Mardiyani, Pambudi (Kombes Pambudi Pamungkas),” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang usai acara di Graha Purnawira di Jl Wijaya, Jaksel, Senin (5/4).

Edmon, lanjut Edward, sudah dibebastugaskan sebagai Kapolda Lampung, sedang Raja Erizman masih belum dilakukan karena masih menunggu proses penyidikan.

“Terserah pimpinan, sampai sekarang belum ada ke arah kepentingan penyidikan,” tambahnya.

Sementara untuk kasus dugaan makelar kasus (markus) sudah ditetapkan 7 tersangka. 2 Di antaranya adalah penyidik yakni Kompol Arafat dan AKP Sri S.

“Mereka lalai dalam melayani anak buahnya sampai pergi ke hotel,” imbuh Edward.

Sebelumnya, mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji menyatakan, status terperiksa oleh Propam sama dengan status tersangka. Susno juga telah menjadi status terperiksa atas dugaan pelanggaan kode etik.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…