Senin, 5 April 2010 19:37 WIB News Share :

MAKI somasi Kejati Jateng terkait dugaan korupsi GLA

Semarang (Espos)–Masyarakat AntiKorupsi Indonesia (MAKI) melakukan somasi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng untuk mempercepat proses penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan perumahaan bersubsidi Griya Laras Asri (GLA) Karanganyar.

“Terutama proses penyidikan terhadap Toni Haryono, suami Bupati Karanganyar Rina Iriani,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman kepada wartawan seusai menyerahkan surat somasi di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jl Pahlawan, Kota Semarang, Senin (5/4).

Pasalnya, lanjut ia, penyidik Kejati terkesan lamban dalam penyidikan terhadap Toni, terbukti meski telah diperiksa dua kali belum juga ditetapkan sebagai tersangka.

Demikian pula saat yang bersangkutan mangkir untuk kali kedua dengan alasan sakit, Rabu (31/3), Kejati tidak berupaya melakukan pengecekan kebenaran surat sakit tersebut.

“Katanya sakit, ternyata sekarang ini, Toni sudah dua hari berada di Jakarta,” ujar pengacara asal Solo ini.

Padahal, sambung Boyamin indikasi keterlibatan suami Bupati Karanganyar dalam kasus GLA cukup kuat, sebab Toni yang menjabat sebagai penasihat KSU Sejahtera diduga telah menyimpangkan dana pembangunan perumahan bersubsidi.

Modusnya dengan mengalirkan dana tersebut ke Rina Center yakni tim pemenangan pasangan Rina Iriani dan Paryono pada Pilkada Karanganyar 2008.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dana GLA yang dialirkan ke Rina Center atas permintaan Toni mencapai Rp 6,3 miliar,” tandasnya.

Menurut ia, selain Toni, semestinya penyidik Kejati Jateng juga segera memeriksa Bupati Karanganyar Rina Iriani, karena dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut sangat kuat.

Sebab, Bupati Karanganyar yang mengusulkan KSU Sejahtera dan melobi ke Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera)
untuk memperoleh bantuan subsidi dana pembangunan perumahaan GLA tidak melakukan pengawasan penggunaan dana.

KSU Sejahtera, ujar Boyamin semula dimiliki Wiyono, namun pada 31 Maret 2007 Bupati Rina mengesahkan perubahan akta KSU tersebut dengan mengangkat Fransisca Riana Sari (keponakan Rina) sebagai ketua KSU Sejahtera menggantikan Wiyono.

Boyamin memberikan waktu satu bulan kepada Kajati Salman Maryadi. Bila tak ada tanggapan akan digugat ke pengadilan.

Terpisah Kajati Jateng, Salman Maryadi ketika dikonfirmasi tentang somasi dari MAKI menyatakan tak masalah, penyidikan tetap jalan terus.

“Saya bekerja bukan berdasarkan somasi, tapi bekerja berdasarkan atas hukum dan pengadilan. Untuk menjadikan tersangka butuh pembuktian hukum perlu alat bukti yang kuat,” kata dia.

oto

lowongan pekerjaan
HUMAN RESOURCE DEPARTMENT MANAGER, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…