Senin, 5 April 2010 13:55 WIB Pendidikan Share :

Indonesia butuh guru yang inspiratif

Jakarta–Di Indonesia belum banyak guru yang bisa menjadi inspirasi bagi murid-muridnya untuk maju. Tidak banyak guru yang harusnya bisa membantu peserta didik mengeksplorasi pikirannya.

Akibatnya peserta didik tidak punya kemampuan menganalisis. Pendidikan adalah soal mind set dan ini tanggung jawab seorang guru. Guru ternyata sekadar mengajar. Atau, guru sekadar memindahkan informasi dari buku yang dibacanya untuk disampaikan kepada peserta didik di depan kelas.

“Akibat menyedihkan dari kondisi ini, peserta didik tidak punya kemampuan menganalisis. Karena, pendidikan adalah soal mind set dan ini merupakan tanggung jawab seorang guru,” ujar Hu Wen Chiang, pakar pendidikan dari Taiwan, di Jakarta, Minggu (4/4), dalam International Conference and Education Exhibition 2010 yang diselenggarakan Majalah Guru dan BUMN Peduli dan dibuka Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal.

Hu menjelaskan, ada empat tipe guru. Pertama, guru yang hanya bisa memindahkan informasi dari buku kepada peserta didik di depan kelas. Kedua, guru yang bisa menjelaskan sebuah masalah atau bahan ajar. Ketiga, guru yang bisa menunjukkan bagaimana materi ajar dengan baik. Keempat, paling ideal, adalah guru yang bisa menjadi inspirasi bagi muridnya untuk maju.

Sebelumnya, Direktur Profesi Pendidik Kementerian Pendidikan Nasional Achmad Dasuki sebagai pembicara mengatakan, pemerintah sedang berusaha meningkatkan kualitas guru dengan meningkatkan kualifikasi akademik guru yang belum S-1/D-IV.

“Saat ini 1,1 juta guru sudah berkualifikasi akademik S-1/D-IV dari total guru dalam jabatan 2,6 juta. Sisanya, 1,5 juta, masih harus ditingkatkan,” ujar Dasuki.

Ia mengatakan, yang juga tak kalah penting adalah insentif tambahan bagi guru.

kompas.com/ewt

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…