Senin, 5 April 2010 16:51 WIB Ekonomi Share :

IHSG cetak rekor tertinggi

Jakarta–Indeks harga saham gabungan  (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pada penutupan bursa hari ini, Senin (5/4), indeks berada di posisi 2.887,24 atau naik 2,02 persen. Posisi indeks ini memecahkan rekor tertinggi sebelumnya yang dicapai pada 2008 yakni pada posisi 2.830,26.

Penguatan indeks ini ditopang dengan nilai transaksi yang cukup besar. Hingga akhir perdagangan, nilai total transaksi mencapai Rp 5,3 triliun. Rinciannya, sebanyak 117 saham mengalami kenaikan harga, 78 turun, dan 74 saham tidak berubah. Kenaikan indeks ini ditopang oleh tiga saham unggulan yang selama ini menjadi raja di pasar. Ketiganya adalah saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Harga saham ASII naik 4,94 persen menjadi Rp 46.700. Harga TLKM naik 2,45 persen menjadi Rp 8.350. Adapun saham BUMI tidak berubah dan berada di kisaran Rp 2.300 per saham.

Penguatan IHSG juga diikuti penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah sebesar Rp 9.055 per dollar AS. Kurs ini menguat 20 poin ketimbang hari sebelumnya yang sebesar Rp 9.075 per dollar AS.

Kenaikan indeks juga terjadi saat harga minyak mentah di pasar internasional naik. Harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Mei 2010 di bursa NYMEX sudah melonjak sebesar 85,42 dollar AS per barrel.

IHSG menguat seiring penguatan bursa regional. Indeks Nikkei 225 menguat 0,47 persen menjadi 11.339,30. Indeks Hangseng naik 1,4 persen menjadi 21.537. Penguatan indeks diduga terjadi karena adanya sentimen positif dari Amerika Serikat yang baru mengeluarkan data lapangan pekerjaan. Data itu menunjukkan tingkat lapangan pekerjaan Amerika Serikat mulai membaik.

kompas.com/ewt

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…