Senin, 5 April 2010 14:18 WIB News Share :

Fasilitas internet tak kunjung diberi, mahasiswa serukan boikot kuliah

Pekalongan–Puluhan mahasiswa Universitas Pekalongan menyerukan boikot perkuliahan. Mereka kecewa terhadap rektor yang tak memberikan fasilitas Internet untuk menunjang kegiatan akademik di kampus.

“Padahal kami sudah membayar biaya operasional Internet kampus setiap semester,” ujar Sekretaris Senat Mahasiswa Unversitas Pekalongan Selamet Raharjo, saat berdemontrasi di halaman kantor rektorat, Senin (5/4).

Ia mencurigai biaya Internet yang dibayar oleh mahasiswa disalahgunakan untuk kepentingan lain. Hal ini dibuktikan dengan belum terealisasinya pemasangan fasilitas hot spot di lingkungan kampus.

“Padahal kami membayar biaya sebesar Rp 60 ribu per semester. Kalau dikumpulkan nilainya mencapai puluhan juta,” ujar Selamet.

Dalam aksinya mahasiswa sempat melakukan razia ke ruang kelas untuk menghentikan perkuliahan. Kondisi ini memaksa sejumlah dosen yang sedang mengajar menghentikan perkuliahan secara mendadak dan membiarkan mahasiswanya berbaur dalam aksi di halaman kantor rektorat.

Pembantu Rektor Dua Dwi Susilo menyayangkan sikap mahasiswanya ini. Menurut dia, aksi boikot perkuliahan ini tak perlu terjadi karena akan merugikan semua pihak.

“Kami sedang mengupayakan pemasangan, sebaiknya mahasiswa sabar dulu,” ujar Dwi Susilo saat dimintai konfirmasi di ruang kerjanya.

Ia berjanji akan memberikan fasilitas hot spot di lingkungan kampus dalam waktu kurang dari satu bulan. “Paling lima belas hari ke depan sudah dipasang,” katanya.

Ia juga membantah adanya penyalahgunaan biaya Internet yang dibayarkan mahasiswa. Keterlambatan pemasangan akibat rektorat masih menghitung biaya pemasangan. “Ada pilihan kualitas, sehingga kami baru memilah, jangan sampai kualitas jaringan lambat dan merugikn mahasiswa,” katanya.

tempointeraktif/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…