Senin, 5 April 2010 22:45 WIB Issue Share :

6 Penari Indonesia siapkan pentas di Italia

Solo (Espos)--Enam penari Indonesia tengah mempersiapkan pementasan di Teatro Nuovo Giovanni Udine, Italia. Tiga di antaranya merupakan penari dan koreografer muda yang berdomisili di Solo, yaitu Cahwati, Agus Mbendol Margiyanto, serta Retno “Eno” Sulistyorini.

Sementara itu, dua penari lain berasal dari Yogyakarta, yaitu Martinus Miroto dan Agung Gunawan. Serta penari Mangkunegaran yang kini berdomisili di Jakarta, Rury Aviyanti.

Mereka akan menyajikan tujuh repertoar di hadapan publik Negeri Piza pada Minggu (18/4) mendatang. Hal itu diutarakan Pimpinan Produksi Les Javanais-Danza Indonesia, Fawarti Gendra Nata Utami kepada Espos, di sela-sela latihan, Senin (5/4), di Teater Kecil, Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

“Mereka akan bertolak ke Italia pada Kamis (15/4) mendatang,” beber Fawarti yang akrab disapa Fafa tersebut.

Cahwati menambahkan, para penari asal Solo tampaknya cukup tertarik dengan pergelaran di Italia nanti. Maka, Cahwati, Agus Mbendol, serta Eno telah menyiapkan karya. Nantinya, Cahwati akan tampil berpasangan dengan Agus Mbendol membawakan sebuah repertoar yang terinsiprasi dari wayang golek.

“Gaya patah-patah pada wayang golek menginspirasi karya ini. Dalam repertoar ini, saya dan Agus Mbendol memulai dengan cara menginterpretasikan dari sebuah musik,” ujar dia.

Sedangkan Miroto, yang juga didapuk sebagai art director menyatakan, tujuh repertoar yang akan tersaji di Italia dua di antaranya adalah miliknya. Dua karya itu merupakan karya lama dari Miroto berjudul Penumbra (1995) dan Panji Kirana (2004).

“Keduanya merupakan bentuk tarian topeng, karena saya memang belum bisa tinggalkan topeng. Saya juga cukup sering membawakan Penumbra.  Begitu pula dengan kesempatan ini nanti,” ujar Miroto seusai latihan.

hkt

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…