Minggu, 4 April 2010 18:40 WIB Ekonomi Share :

Menag persilakan masyarakat sikapi bunga bank

Jakarta–Menteri Agama, Suryadharma Ali, menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk memilih terkait bunga bank. Menurutnya, memang ada dua perbedaan pendapat ulama. Ada yang mengharamkan dan ada pula yang tidak mengharamkan.

“Ada dua pendapat soal bank konvensional, haram karena riba, yang kedua nggak haram,” kata Suryadharma usai acara perayaan hari Nyepi dan Tahun Baru Saka di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (4/4).

Suryadharma menganalogikan masalah tersebut seperti tempat jual beli uang, di mana satu sama lain pihak harus menguntungkan.

“Tentunya pengusaha bank kan keluar uang untuk sewa gedung, untuk biaya listrik, gaji karyawan, dan lain-lain. Kalau pinjam Rp 1 dibalikan Rp 1, maka tidak ada ongkos untuk menutupi operasional,” jelasnya.

Sementara yang mengatakan haram, itu didasarkan karena meminjam kemudian mengembalikan kelebihan. “Ini merupakan perbedaan pendapat, yang mengatakan haram silakan, yang mengatakan tidak haram silakan,” tuturnya.

Sebagai contoh, Suryadharma menceritakan jika dirinya memiliki seorang guru. “Seorang kiai karismatik, beliau mengatakan bunga Bank tidak haram, jadi itu dua pandangan. Jadi silakan saja,” tuturnya.

Suryadharma pun yakin pengharaman bunga bank ini oleh Muhammadiyah tidak akan menyebabkan masyarakat untuk mengambil uang atau rush. “Insya Allah tidak ada rush. Karena sekarang sudah tersedia, ada yang bank konvensional dan ada yang syariah. Silakan dipilih,” paparnya.

dtc/ewt

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…