Bakso kremes cocol sambal
Minggu, 4 April 2010 18:03 WIB Kuliner Share :

Kremes nan menggemaskan...

Bakso kremes cocol sambal

Siapa tidak doyan ayam goreng? Apalagi jika disajikan dengan taburan kremes renyah berwarna keemasan yang gurih. Bahkan membayangkan saja, rasanya tak sabar untuk menikmati porsi kedua.
Dari sekian banyak menu olahan ayam, menu ayam kremes memang menempati tempat tersendiri di hati pencinta kuliner. Bukan saja karena rasanya yang sangat Indonesia dengan paduan berbagai macam bumbu, tapi juga lantaran tampilan kremesnya yang seperti pasir kasar berwarna kuning keemasan. Paling nikmat apabila disantap dengan nasi panas, lalapan dan sambal.
Daging ayam goreng yang lembut berpadu dengan kerenyahan kremes yang gurih, ditambah sedikit rasa manis dari nasi dan sambal bawang yang mantap, membuat banyak orang ketagihan. Termasuk Anda bukan?

Sampai beberapa tahun silam, menu ayam goreng kremes kerap diidentikkan dengan Restoran Ayam Goreng Mbok Berek dan Ny Suharti. Jejaring restoran ayam goreng yang membelah diri dari perseteruan hukum itu memang tergolong kategori pelopor menu ayam goreng kremes yang kini digemari banyak kalangan

Kesuksesan Ayam Mbok Berek diikuti oleh banyak pengusaha kuliner lainnya. Berbagai restoran ayam kremes pun bermunculan di mana-mana, termasuk di Solo, yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Yogja —daerah asal Ayam Goreng Mbok Berek dan Ayam Ny Suharti. Tentu saja dengan racikan yang berbeda dari menu asli milik Mbok Berek.

Salah satu penyaji menu ayam kremes ini adalah Restoran Cocol Sambal di Jl Adisucipto 180. Di restoran bergaya ndesa ini, menu kremes bahkan jadi menu andalan. Tidak hanya hadir menemani ayam goreng, kremesan Cocol Sambal juga dapat dinikmati di menu bakso, gurame, empal, telur dadar hingga tahu dan tempe. Semuanya tampil beda dengan tambahan kremes.
“Kremes Cocol Sambal memang istimewa karena kami menggunakan kaldu ayam sehingga rasanya lebih mantap,” kata Danang Kristanto, head cook di Cocol Sambal.

Resep rahasia
Saking positifnya respons pelanggan terhadap kremes ala Cocol Sambal, terbitlah ide untuk menambahkan kremesan pada menu nonayam. Sensasi rasanya jelas berbeda namun tetap saja membuat ketagihan. Beda dengan Cocol Sambal, Ayam Malioboro di Jl Slamet Riyadi, Solo —penyaji ayam goreng yang sudah malang melintang di dunia kuliner sejak tahun 1980-an— menawarkan kremes dengan rasa yang agak berbeda.

Kremes ala Ayam Malioboro tidak terlalu asin, namun tetap gurih lantaran perpaduan bumbu. Menurut Handoko, pembuatan kremes di restorannya sebenarnya sederhana hanya menambahkan campuran tepung pada kaldu rebusan ayam. “Yang bikin beda karena pilihan bumbu dan campuran tepungnya,” kata dia merahasiakan.
Untuk menjaga rasa, Handoko mengaku menggunakan campuran beberapa tepung sehingga menghasilkan adonan kremes yang pas. Tapi, jangan coba-coba tanya rahasia kelezatannya, menurut Handoko komposisi bumbu dan campuran tepung itu rahasia dapur. Wah, wajar saja bila kremes Ayam Malioboro tetap berasa nikmat meskipun hanya disantap dengan nasi hangat.
Tampilan boleh serupa, namun soal rasa, ayam kremes dari Warung Ayam Goreng Tulang Lunak Kremes Mbak Titik Solo yang berlokasi di Jl Samanhudi, Solo layak diperhitungkan. Warna keemasan kremesnya yang cerah jadi ciri khas.

Sementara rasanya, amboi gurih dan sedap sekali. Saat dikunyah terasa sekali renyahnya karena kremes Mbak Titik memang memiliki kadar air rendah. “Resep kremes ini hasil coba-coba. Sampai sekarang resepnya masih saya rahasiakan,” kata Endang Titik, sang pemilik.

Nah, kalau kebanyakan kremesan disajikan dengan ditaburkan diatas ayam goreng, lain lagi dengan menu ayam kremes ala Bu Wiwik, pemilik Warung Ayam Kremes Wiwik Kusno di Jalan Tanjung Karangasem. Di warung rumahan ini, kremesan baru dibuat saat ada permintaan. Adonan kremes lantas dibalutkan pada ayam yang telah digoreng. Hasilnya mirip seperti sarang burung yang berwarna kuning cerah.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…