Minggu, 4 April 2010 14:26 WIB Women Share :

Demam Piala Dunia tulari Solo

Espos/Ratna Puspita Dewi PERNAK-PERNIK—Gantungan kunci 2010 FIFA World Cup South Africa dengan bentuk kostum team maupun boneka zakumi, dihargai sekitar Rp 15.000.

Ajang bergengsi sepak bola yang dinanti dunia bakal datang dalam hitungan bulan. Selayaknya momentum maha besar, maka demam ajang pertarungan tim antarbangsa peserta Piala Dunia pun mulai merasuki para penggemar sepak bola di dunia, tak terkecuali Solo.
Seperti yang dirasakan Rudi, warga Panularan, Laweyan, Solo. Pendukung tim nasional Brazil di ajang bergengsi itu mengaku sudah curi start dengan melakukan berbagai persiapan demi mendukung tim favoritnya.
“Sepertinya saya sudah mulai terkena demam Piala Dunia. Sejak pekan lalu, saya sudah mulai cari kostum dan atribut tim Brazil supaya nontonnya makin seru,” kata dia yang ditemui Espos di salah satu pusat perbelanjaan di Solo.

Rudi pasti bukan satu-satunya penggemar sepak bola yang terkena demam semacam itu. Di luar sana ribuan penggemar sepak bola juga mulai mempersiapkan diri menyambut gegap gempita Piala Dunia meskipun Indonesia bukanlah salah satu peserta.
Salah satu persiapannya, tentu dengan mengoleksi berbagai merchandise Piala Dunia dan atribut tim favorit masing-masing. Koleksi merchandise Piala Dunia kini memang dapat ditemui di berbagai tempat.

Sebagai pemegang hak lisensi penjualan merchandise resmi Piala Dunia, Indomaret misalnya, telah melengkapi seluruh gerainya dengan berbagai merchandise semacam itu. Mulai dari boneka maskot Piala Dunia —Zakumi— dengan berbagai pose, ada pula gantungan kunci, celengan, kaus dengan berbagai ukuran, topi, bola replika piala dunia hingga kartu remi berdesain Piala Dunia.
“Kami menyediakan 81 jenis merchandise Piala Dunia. Sebenarnya jumlahnya lebih banyak lagi, tapi sebagian besar baru akan dikeluarkan saat mendekati waktu pelaksanaan,” ungkap Veri, kepala toko Indomaret Garuda Mas di Gonilan, Kartasura.

Harga merchandise asli ini memang cukup mahal. Replika trophy Piala Dunia dihargai sekitar Rp 2 juta, lalu boneka Zakumi —sang maskot Piala Dunia Afrika Selatan— berbagai ukuran dengan empat pose menggemaskan dihargai Rp 59.000. Ada pula bola sepak berdesain logo piala dunia dan Zakumi seharga Rp 115.000.

Zakumi laris manis
“Item yang paling laris adalah Zakumi bank coin alias celengan. Selain desainnya lucu, harganya juga murah, Rp 9.900,” timpal Veri lagi. Ada dua desain celengan dengan empat pilihan warna, yaitu merah, biru, kuning dan cokelat terang. Selain celengan, mug juga jadi item yang paling banyak diburu penggila bola. Harganya juga relatif murah, Rp 13.900.
Mau merchandise yang lebih imut? Coba juga koleksi figur kartun Looney Tones yang sedang asyik bermain bola. Koleksi figur kartun ini dijual terpisah dari miniatur lapangan bola Looney Tones yang tak kalah imut.

Tapi, kalau Anda suka mengoleksi atribut Piala Dunia yang lebih “jantan”, kostum pemain bola mungkin pilihan yang paling tepat. Di gerai Kurokuroku, lantai dasar Solo Grand Mall (SGM) , ada beberapa pilihan kaus dan kostum bola yang dapat dipilih.

Menurut karyawan Kurokuroku, Dewi Karismawati, kostum dan atribut tim nasional Brazil jadi atribut yang paling banyak dicari. “Rencananya, kami bakal meng-up date dan melengkapi kostum tim nasional dalam waktu dekat. Saat ini masih tahap persiapan,” katanya. Selain merancang replika kostum bola, Kurokuroku juga melengkapi diri dengan kaus-kaus bola yang didesain sendiri. Desainnya cukup menarik, seperti kaus anak bertulis “My dad is just like Beckham but my mom is much better than Victoria,” atau kaos bergambar karikatur pemain Arsenal, Fabregas. Alih-alih tampil gagah, Fabregas ala Kurokuroku ini justru terlihat lucu dengan tubuh cebol dan senyum lebar.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…