Minggu, 4 April 2010 14:33 WIB Ah Tenane Share :

Bul omah ta?

Kisah nyata kali ini dialami oleh Jon Koplo dan Tom Gembus sewaktu mendampingi murid-murid SMA-nya dalam suatu kegiatan di Pantai Siung, Gunung Kidul. Guru sebuah SMA di Klaten ini memang ditugaskan sebagai koordinator kegiatan. Karena banyaknya acara, kegiatan di hari kedua itu berlangsung hingasore hari. Setelah salat Asar, murid-murid dan sebagian guru pulang diangkut dengan truk, sementara Jon Koplo dan Tom Gembus yang membawa motor sendiri memilih pulang belakangan.

Dalam perjalanan pulang ternyata hari mulai gelap. ”Pak Koplo, nanti kalau menemui masjid kita salat dulu ya,” kata Tom Gembus yang diamini Jon Koplo.
Sampai di daerah Karangmojo, mereka pun menemui sebuah bangunan yang menyerupai masjid karena ada lubang setengah lingkaran diatas pintu depan. Di dalamnya juga tergelar tikar dan karpet  dengan lampu menyala terang benderang.

”Lha, itu masjidnya, Pak. Kita berhenti dulu, mumpung wudunya belum batal,” ujar Koplo.
Setelah memarkir motornya, Koplo dan Gembus langsung nyelonong masuk. ”Mari, imamnya Pak Gembus saja, saya makmumnya,” pinta Koplo sambil menyuruh Gembus maju.
Nah, ketika Koplo dan Gembus sudah siap-siap melaksanakan salat, tiba-tiba tuan rumah muncul dan menyapa, ”He, Mas-mas ini siapa dan mau apa di sini?”
”Kami mau numpang salat di masjid ini, Pak,” jawab Koplo mengurungkan niat salatnya.

”Siapa bilang ini masjid? Ini rumah saya,” jawab si tuan rumah. Koplo dan Gembus kaget saknalika dan buru-buru meminta maaf.
”Oh, maafkan, Pak. Kami tidak tahu. Kami kira ini masjid, wong ada tikar dan lampu yang menyala terang?” ujar Gembus.
”Ooo, jadi itu yang menyebabkan Mas-mas mengira masjid? Tikar dan lampu ini aku siapkan buat pertemuan setelah Isya nanti. Kalau ke masjid masih 200 meter lagi dari sini, tapi kalau mau salat  di sini tidak apa-apa” jawab si tuan rumah.

Kebacut isin, Gembus pun menjawab, ”Terima kasih, Pak. Kami akan salat di masjid saja.”
Koplo dan Gembus meninggalkan rumah itu sambil ngampet guyu. Setelah jauh mereka baru ngakak sak pole.

Kiriman Andy Rochmadi, SPd, Tuban Wetan, Manjung, Ngawen, Klaten 57466

lowongan pekerjaan
NUSANTARA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….