Minggu, 4 April 2010 17:58 WIB Kuliner Share :

Bukan hanya pendamping ayam goreng

Memang kremesan dibuat dari hasil rebusan ayam dan berbagai bumbu. Tetapi bukan berarti kremesan hanya sedap dinikmati dengan sajian ayam goreng. Berbagai menu lain pun bisa terlihat istimewa apabila diberi tambahan kremes. Tidak percaya? Para penyaji menu kremes di Solo sudah membuktikannya.

Tengok saja menu yang ditawarkan Cocol Sambal. Ada bakso kremes, gurame kremes, empal kremes hingga tahu-tempe kremes. Seluruh menu kremes ini layak mendapat rekomendasi. Tekstur kremes yang terasa renyah namun halus dan lembut merupakan perpaduan yang kontras, sesuai dipadankan dengan berbagai masakan. Coba saja menu tahu dan tempe gorengnya yang sederhana tapi tetap kaya rasa. Rasa asli tempe dan tahu terasa mulus di mulut, silih berganti dengan kerenyahan kremes yang juga berakhir lembut di lidah.

Atau Anda mau yang lebih unik? Bakso kremes! Tunggu dulu, jangan bayangkan sajian bakso berkuah selayaknya menu bakso kebanyakan. Sajian bakso kremes berupa bakso goreng yang diberi tambahan kremesan dan sambal.

Saat kali pertama digigit, kerenyahan kremesan dan kulit bakso langsung menyeruak dilanjutkan dengan kelembutan daging bakso bagian dalam yang sudah menyatu dengan kremesan. Tetap renyah namun mulus. Konon, untuk menghasilkan tekstur kremesan yang unik ini, juru masak Cocol Sambal memiliki trik memasak khusus. “Triknya rahasia,” sambar Head Cook Cocol Sambal, Danang Kristanto.

Menu unik kremesan lainnya juga ditawarkan oleh Ayam Goreng Malioboro. Coba saja cicipi nasi timbul. Namanya unik, isinya pun lengkap. Ada nasi dengan taburan kremesan, tempe goreng, tahu goreng, teri kriuk, suwiran daging ayam, sambal dan sayur asem. Satu kelebihan lagi, harga nasi timbul murah, hanya Rp 10.000.

Kremesan juga bisa tampil istimewa saat disajikan bersama menu bebek goreng, seperti yang disediakan Ayam Goreng Tulang Lunak Kremes Mbak Titik Solo. Tak mau setengah-setengah, untuk menu bebek, Titik sang pemilik mengaku hanya memilih daging bebek super. “Saya memilih khusus daging bebek super yang sudah cukup umur dan tidak bertelur lagi karena dagingnya lebih gurih dan tidak terlalu berlemak,” tutur dia.

Khusus untuk menu bebek kremes, Titik tidak melakukan presto seperti yang ia terapkan pada pengolahan ayam goreng. Menurut dia, mempresto daging bebek mengakibatkan daging kehilangan kegurihan aslinya. Nah, kalau mau sedikit bereksperimen coba juga taburi sajian mi instan dengan sedikit kremesan, dijamin rasanya bakal lebih istimewa.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…