Espos/Ratna Puspita Dewi
Kremesan ayam goreng Malioboro
Minggu, 4 April 2010 18:00 WIB Kuliner Share :

Bisa pula tampil mandiri

Espos/Ratna Puspita Dewi Kremesan ayam goreng Malioboro

Saking istimewanya cita rasa kremes, banyak penggemar kremes yang menjadikan kremes sebagai lauk tersendiri. Disantap dengan nasi hangat, atau sebagai tambahan pada mi instan, kremes tetap saja menggugah selera.

Maka jangan heran apabila banyak pelanggan di warung penyedia kremes kerap meminta tambahan kremes pada menu pesanannya. Belum cukup sampai di situ, beberapa penggemar fanatik kremes yang renyah ini bahkan kerap memesan kremes untuk dibawa sebagai oleh-oleh.

“Dulu, saya tidak menjual kremes secara terpisah. Kremesan yang dijual sebagai tambahan pada menu ayam goreng. Lama kelamaan kok makin banyak pelanggan yang minta kremes saja untuk dibawa pulang, ya sekalian saja kremesan itu saya kemas untuk oleh-oleh,” kata Handoko pemilik Restoran Ayam Goreng Malioboro di Jalan Slamet Riyadi.

Alhasil, Handoko pun menyiapkan kremesan istimewanya dalam dua kemasan, yaitu kemasan stoples 100 gram yang dihargai Rp 6.500 dan kremesan dalam plastik seharga Rp 10.000. Dengan kemasan praktis semacam ini, kremesan ala Malioboro pun melanglang ke beberapa kota besar di Indonesia, beberapa di antaranya bahkan dibawa ke luar negeri untuk oleh-oleh.

Bila disimpan dalam stoples kedap udara, kremesan Malioboro ini bisa bertahan hingga satu bulan. “Asal tidak terlalu banyak kena udara, kremesan tidak bakal berbau tengik,” ujar dia.
Begitu tergila-gilanya pelanggan pada kremesan Malioboro, Handoko mengaku sampai kewalahan. Bukan apa-apa, popularitas kremesan racikannya itu belakangan melampaui popularitas ayam goreng. Padahal kremesan dibuat dari hasil rebusan ayam kampung untuk menu ayam goreng. Ayam direbus selama sekitar dua jam pada air berbumbu agar empuk dan bumbu meresap. Selanjutnya, air rebusan yang telah bercampur dengan sari daging ayam diolah kembali dengan tambahan tepung untuk memperoleh kremesan.

Permintaan kremesan yang terus meningkat juga dirasakan oleh Warung Ayam Goreng Tulang Lunak Kremes Mbak Titik. Disini Anda bisa mendapatkan kremesan yang dikemas plastik seperempat kilogram seharga Rp 5.000. Kremesan yang satu ini pun bisa bertahan hingga lebih dari sebulan. “Ayam goreng dan kremesannya bahkan bisa bertahan hingga dua hari tanpa dipanaskan. Daging ayamnya tetap lembut dan rasanya tak berubah,” kata Titik, pemilik Warung Ayam Goreng Kremes Mbak Titik Solo.

Kremesan dana kemasan lainnya juga tersedia di Restoran Adem Ayem di Jl Slamet Riyadi. Di sini, kremesan kerap disebut asinan, mungkin merujuk pada rasanya yang asin. Harganya cukup ramah di kantong yaitu Rp 2.500 per bungkus kecil. Yang sedikit berbeda dari kremesan Adem Ayem adalah warna kremesan yang sedikit kemerahan, dan sedikit berminyak. q

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…