Sabtu, 3 April 2010 07:55 WIB Solo Share :

Rencana car free day di Ngarsopuro, puluhan pedagang pilih hengkang

Solo (Espos)–Puluhan pedagang elektronik di Pasar Ngarsopura berencana hengkang dari tempat berjualan mereka jika rencana car free day diberlakukan di jalan depan Mangkunegaran itu.

Menurut mereka, pemberlakuan car free day akan berdampak pada kian sepinya pasar tersebut yang saat ini mereka rasakan sudah nyaris sekarat.

“Sejak dibangun dan ditempati akhir tahun 2008 lalu, satu persatu pedagang mulai tutup karena sepi. Kini, malah akan diberlakukan car free day. Mungkin, kami semua akan pergi karena tak kuat bayar retribusi, sementara dagangan kami tak laku,” kata Ketua Paguyuban Pasar Ngarsopura, Suratman saat ditemui Espos di pasar setempat, Jumat (2/4).

Menurut Suratman, dari 72 pedagang yang mendapatkan kios, jumlah pedagang yang telah angkat kaki dari pasar tersebut telah mencapai 40 pedagang atau hampir 60%.

Hengkangnya para pedagang tersebut lantaran pasar yang berada di sisi timur gedung MTA itu kian sepi sejak dilakukan revitalisasi akhir tahun 2008.

“Bangunan pasarnya saja seperti kantor tanpa pintu utama. Para pedagangnya seperti dimasukkan kotak tanpa terlihat. Siapa yang tahu kalau bangunan ini adalah pasar,” papar pedagang lainnya, Candra.

Pedagang lainnya, Kemat mengaku, selama sepekan paling banyak pembeli hanya satu dan dua orang. Bahkan, tak jarang tanpa pembeli sama sekali selama sepekan.

Bukan itu saja, lanjut Kemat, jika hari Minggu pasar tersebut kian tak dikunjungi pembeli karena area masuk pasar dipenuhi parkir jemaah pengajian MTA. Kini, setelah pengurus MTA menertibkan, persoalan lain ganti yang muncul.

asa

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…