Guru honorer Kemenag tuntut masuk database

Wonogiri (Espos)–Kalangan guru honorer sekolah swasta di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri menuntut agar dimasukkan dalam database dan diikutsertakan pada pemberkasan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Mereka rupanya iri dengan rekan-rekan senasib mereka di kabupaten lain seperti di Sukoharjo, di mana guru swasta Kemenag juga dimasukkan dalam database.

Mereka juga menuntut, sebelum melakukan pendataan ulang dan membuat database baru yang lebih akuntabel dan transparan, Menag diminta menghentikan rekrutmen melalui pemberkasan.

Tuntutan tersebut disampaikan para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Karyawan Swasta Indonesia (PGKSI) itu saat hearing dengan Komisi IV DPRD Wonogiri, Sabtu (3/4).

Turut mendampingi pula dalam hearing, Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Wonogiri, Subandi PR.

Anggota DPRD Provinsi Jateng dari PAN itu mengharapkan agar pihak terkait, dalam hal ini, Kantor Menag Wonogiri yang Pemkab mau mengakomodasi tuntutan PGKSI dan menyertakannya dalam database guru honorer yang akan diangkat menjadi CPNS.

Ketua PGKSI Wonogiri, Nur Hendratmo, mewakili rekan-rekannya yang hadir dalam hearing itu mengungkapkan, selain tuntutan agar dimasukkan dalam database, dan menghentikan rekrutmen CPNS melalui pemberkasan honorer sebelum Kantor Kemenag membuat database baru, pihaknya juga meminta agar Kantor Menag Wonogiri melakukan reformasi layanan publik menjadi lebih terbuka dan transparan.

shs

Editor: | dalam: Wonogiri |

33 Komentar pada “Guru honorer Kemenag tuntut masuk database”

  1. semut putih
    9 April 2010 pukul 10:39

    pak/bu guru honorer, mang medal mawon ngurusi masjid mawon
    wis mesti dicatet malaikat, wis mesti mlebu swarga (uang gaji ambil sendiri) di kotak infak, nek qurban weduse mang ingu mawon

  2. Maftukhi, S. Pd. I
    9 April 2010 pukul 17:37

    Saya mengajar dari tahun 1991di MTs Nurul Amal Kecamatan Taktakan Kota Serang Prov. Banten, tapi belum punya NUPTK kami sudah berusaha semaksimal mujngkin tapi belum ada, tolong dong pak pertimbangkan dan diusahakan contact ke 08787 1131 373

  3. Gondal
    10 April 2010 pukul 08:09

    jangan dilanjutkan pembunuhan hak pada guru honorer negri maupun swasta karena mereka sudah layak dan patut di perjuangkan demi nasib yang mereka semua citakan..(Ojo Dumeh Wis Adoh Soko Dasare Rekoso) ingat kami semua tulus memajukan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa

  4. semut merah
    11 April 2010 pukul 01:17

    Kalangan guru honorer “sekolah swasta” tuntut database pemberkasan CPNS? agak sedikit aneh sebenernya, lain halnya jika yang dituntup pemberkasan pegawai tetap instansi swasta afiliasinya.. Bahkan ada sebagian instansi pendidikan swasta yang untuk menjaga mutu sekolahnya, membuat peraturan berupa memberikan sangsi tegas (baca:dikeluarkan) bagi guru karyawannya yang ketahuan mengikuti CPNS.

  5. arnold
    14 April 2010 pukul 17:37

    jane ki pegawai sing ngurusi ki dibayar sopo to….., ada kasus seorang honorer di MI dibawah depag mengajukan WB selama 3 – 4,5 th, tapi setelah mengisi form yang disediakan sampai 2 tahun ga masuk ke databse, sementara orang lain yang WB 3 th > dengan menggunakan uang langsung bisa masuk tanpa halangan…… ??? aneh kan katanya bersih ternyata sama saja dengan instansi lain (pajak, polisi, dll)

  6. ali wafa
    15 Mei 2010 pukul 22:33

    la yo iku, hang wes tahunan ngabdi nang negoro, minteraken siswo, majuaken bongso, ra mlebu nang tanggungane negoro, arep barokah piyeeeeeeeeeeeee penguoso iku, tobaaaaat…… tobaaaaaaaaaaaaaatt. mbokyao kerosooo, guru iku akeh-akehe dongane cepet mlebu

  7. M.zuhdi Y
    28 Juli 2010 pukul 21:28

    Ana juga setuju bukan hanya honorer,tapi GTT juga dimasukkan data base,ana juga sudag 15 th mengabdi dan berjuang di madrasah,tp kapan merdekanya ya pak mentri……………kok suru berjuang terus

  8. Ismanto Didipu, S.Pd
    31 Juli 2010 pukul 20:20

    Tolonglah kami GTT yang mengabdi di Ponpes Swasta,padahal kami telah melaksanakan tugas untuk mendidik akhlak anak bangsa. tapi knp nasib kami seakan terus di zolimi dengan pemberitaan bahwa GTT di Madrasah swasta tidak peroleh peluang untuk di database.

  9. 17 Agustus 2010 pukul 10:38

    Saya ikut mengabdikan diri guru MI Muhammadiyah Jati sejak th 1983, naqmun sampai saat ini tidak ada gambaran untuk di angkat sebagai CPNS. Bapak2 yang ada di atas kami mohon untuk ikut memperjuangkan nasib kami. Jiya MI Muhammadiyah Jati Kab. Blora

  10. Nursaeni
    21 Agustus 2010 pukul 15:03

    Bapak-bapak yg peduli dengan orang-orang yg menderita, tolong dong dengarkan tangis mereka guru-guru swasta yg telah lama mengabdi yg sampai saat ini belum terangkat sebagai PNS ataupun masuk data base, jangan lecehkan mereka krn mengabdi di sekolah swasta, terutama sekolah2 agama status swasta yg memperoleh honor senen kamis, Merekalah yg perlu diperjuangkan. Saya menulis ini karena prihatin mendengar keluhan dan keputusasaan mereka menjadi guru di sekolah swasta yg dalam pemberkasan honorer 2010 ternyata belum ada titik terang . Jika semua guru di sekolah swasta merasakan hal yg sama, saya khawatir bagaimana kelanjutan sekolah-sekolah swasta yg umumnya diajar oleh mereka para honorer tersebut. terima kasih, semoga secepatnya ada kejelasan tentang nasib mereka.

  11. cah usul
    24 Agustus 2010 pukul 09:37

    COBA KALAU PEMERINTAH TAHU… KALAU SEMUA GURU HONORER YANG RIBUAN ITU MOGOK,,… AKAN JADI APA ANAK BANGSA……PERTARUNGAN, PERKELAHIAN, MABUKAN… DAN LAIN2 AKAN TERJADI….. PADA HAL GURU HONORER YANG IKHLAS DALAM MENGABDI PEMERINTAH HANYA MEMIKIRKAN TUNJANGAN 100RB TIAP BULAN TIDAK SEBANDING DENGAN KERJA YANG LAIN, YANG HANYA MENGURAS DANA BANGSA….. PAK SBY, PAK MENTRI DAN PAK BU PEMERINTAH…. TOLONG BANTU MEREKA GURU HONORER UNTUK DI BERI PENGHARGAAN YANG SETIMPAL, INGAT PANJENENGAN PINTAR DARI MEREKA…..

    • safaul
      4 November 2010 pukul 10:06

      mas sebenarnya pemerintah tu tahu betul janengan jjuga tau itu dari untuk kita tapi kita lupa berdoa dan berusaha …….! smoga kedepan qt bsa lebih dewasa dalm memberikan kebikajakan agar kebijakan kita gak dibuat mafia mafiaan .atau kita kembali aja dalam kesimplean gak ush rumit-rumitan agar smua lancar sandang pangan papan…………

  12. 31 Agustus 2010 pukul 11:09

    Mohon pak menteri, tlng di pikirkan guru MI swasta kerjanya lebih ekstra, dpt honor 200 rb per bln jauh lebih rekasa di banding di sd negeri, tapi mengapa wiyata bakti di sd negeri bisa msk data bes & harapan dpt di angkat cpns tapi yang di MI swasta cuma jadi penonton kan sama2 mencerdaskan anak bangsa. Adil dong..! guru MIS juga di beri hak msk data bes dan mengharap di angkat sebagai pns, Apalagi saya ikut mengabdi sdh 27 tahun gak ada perhatian sma sekali, tlng dong adil, kalau gak adil pasti besuk kamu akan di adili sendiri

  13. 5 Oktober 2010 pukul 22:04

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    1. sebelumnya kami minta maaf atas kelancangan kami mengirimkan perasaan kami guru honorer yang berada dilingkungan intansi lembaga pendidikan swasta (yayasan) yang sangat harap-harap cemas akan keinginan menajdi PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA tepatnya menjadi tenaga guru yang berstatus pegawai negeri, sebab dengan peraturan yang menyatakan bahwa tenaga honorer yang akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil tersebut adalah guru honorer yang berada dilingkungan intansi pemerintah.
    2. kami khususnya saya mau bertanya bagaimana guru honorer yang sudah bersertifikasi dan mendapat tunjangan yang dikeluarkan dari APBN apa benar akan diangkat menjadi pegawai negeri atau tidak.
    terimakasih
    wassalamu’alikum Wr. Wb.

  14. linda nusantara
    6 Oktober 2010 pukul 19:25

    KU CURAHKAN SGALA ILMU YANG KUPUNYA…UNTUK ADIK-ADIKKU PENERUS BANGSA..KUTEPIS SGALA INGINKU..BELI HP,BAJU ATAUPUN INGIN PUNYA MOTOR BARU..KARENA GAJIKU SEBULAN HANYA CUKUP UNTUK BELI SEPATU..SEPATU ASLI BUATAN INDONESIA,BUKAN DARI KULIT RUSA ATAUPUN BUAYA,,SEPATU BIASA YANG HANYA BISA KUDAPAT DARI PEDAGANG KAKI LIMA..ITULAH BUKTI CINTAKU UNTUK INDONESIAKU..INDONESIA SEMOGA ENGKAU MENGERTI..AKU YAKIN PEMERINTAH INI BER HATI NURANI..KALAU BELUM MAMPU SEKARANG,SEMOGA ESOK KAU TEPATI JANJI…SEBELUM KAMI MATI.

  15. NURUDDIN
    13 Oktober 2010 pukul 10:52

    PAK MENTRI… KENAPA KOK HANYA SAMPAI TAHUN 2005 YANG DIDATA, TERUS KAPAN LAGI YANG PUNYA SK TAHUN 2006-2007….?

  16. sofyan sauri
    17 Oktober 2010 pukul 14:12

    selamat berjuang pahlawan tanpa tanda jasa,semoga jasamu akan di kenang oleh generasi penerus bangsa.hidup gusdurguru bangsa

  17. suhada
    20 Oktober 2010 pukul 17:40

    beasiswa s2 kok mengapa hanya guru PAI guru madrasahnya mana info dari mapenda katanya untuk guru madrasah tidak ada

  18. Husdiansyah S.pd.I
    31 Oktober 2010 pukul 22:23

    Asslkum.pak ..kami yang guru-guru mengajar di swasta tolong bapak la kami agar bisa juga diangkat menjadi PNS.apa lagi yang sudah ada NUPTK dan Sertivikat sertivikasi nya..makasi y pak..moga pendidikan di indonesia terus maju berkat kerja sama kita bersama..Wasslam.

  19. suwandi
    3 November 2010 pukul 10:41

    Sebagai guru hendaknya kita mawas diri, jangan terlalu menuntut tunjangan. Kita harus sadar bahwa tujuan pendidikan adalah mencerdaskan nak didik yang berakhlaqul karimah bukan memperkaya diri sendiri dengan menuntut kepada pemerintah. Insyaallah dengan ikhla dan sabar kita juga dapat mencukupi kebutuhan hidup kita.

  20. safaul
    4 November 2010 pukul 08:41

    teman temanq smua guru swasta atau negri se indonesia raya ya………………nnnnnng qcintai dan q hormati q setiap nafasq dan setiap mau pejamkan mataq slalu berdoa agar smua teman-teman guru yang hari ni masih dalm kesulitan ekonomi atau masih banyak hutang karena kebutuhan hidup yang smakin menuntut dan kurangnya penghasilan tolong memperbanyak,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,usaha dan doa pada tuhanmu jangan sampai kamu diperbudak loh angan angan dan program program pemerintah atau yang lain dimana kebanyakan itu jadi lahan semu…………..atau malah jadi ….kesempatan para mafia…………….untuk mempermainkan hidupmu………………..sebaik apapun program itu kadang …………………..belum tentu mampu betul mewakili hal yang sebenarnya ………………..kadang bahkan malah menyakitkan hati…………………esok bisa makan kamu harus cari uang……………….agar esok lebih baik kamu harus banyak berdoa pada tuhan jangan menuhankan manusia atau pemerintah karna itu dosa dan menyengsarakan kamu sendiri. raih hari esok dengan tanganmu sendiri…………..dimana ada hari insa alloh ada nasi kalo kamu mau mencari………….meskipun asalnya dari mana aja……….jangn ska menggantunkan nasipmu pada oang lain atupun pada program2 pemerintah …..!!!!! hari ini hidupmu hari ini takdirmu,,,…untuk mencari rezkimu………………semangat semoga sukses kedepan……….tanpa kesedihan tapi kesenangan jan sampai lupakan tuhan……….tq

  21. suryana s.pd.i
    10 November 2010 pukul 10:47

    dengan hormat kami dari hondorer mohon segenap pemerintah tenaga honorer minta di perhatikan untuk diangkat menjadi pns karena saya dan kawan – kawan menunggu atas informasi yang lebuh aktual terima kasih

  22. 3 Desember 2010 pukul 04:13

    AYO TMN SEPERJ.GABUNG DI DPR RI UNTUK GURU/ PEGAWAI DI MADRASAH dr 2005,HERI P. KET. FORUM WB DEPAG JATENG NO.

  23. 3 Desember 2010 pukul 04:19

    jng menyerah kitalah penentu nasib ini, UU, PP selalu berpihak yang negri dan kita harus berjuang demi anak cucu kita.

  24. arif
    5 Januari 2011 pukul 19:42

    perjuangan kami para guru honorer dalam memajukan penddikan di indoesia sngt besar..tp knp balasan yang kami dapat nda setimpal apa yg kami usahakan untk bangsa tercinta…apa karena guru adlah pejuang tanpa tanda jasa?
    kepada siapa lg kami mengadu klo bkn k pemerntah…puluhan tahun kami mngabdi

  25. siswanta
    31 Januari 2011 pukul 18:17

    aku mau ngeluh sama siapa yaa pengabdian guru di madrasah yang sudah puluhn tahun tdk diangkat angkat sbg pns

  26. orna
    15 April 2011 pukul 14:30

    kpd.Bpk sudi silalahi…apa surat utk honere 2010 sdh di meja anda.jika sdh tolong kasih pak presiden.itu PP jika di meja anda terus kapan di teken….jgn permainkan kami rakyat.dari bln 8/10 – bln 4/11 blm ada kabar, apa kerja kami hanya menunggu.apa negara ini sdh tak ada yg urus.seandainya ini janji pak JK saya yakin dan bangga beliau pasti mempercepat. Alangkah lambatnya pemerintah skrg padahal kami memilih anda utk membatu kami.enak di anda susah di kami.honorer 2010 berharap.thks mau mendengar.

  27. encuk
    3 Agustus 2011 pukul 11:06

    Guru itu di lembaga swasta atau negeri itu sm saja, yg membedakan hanya seragamnya saja, dan yang buat PP,UU, yang mungkin bukan orang islam,

  28. sulia anandri
    30 Oktober 2011 pukul 20:05

    saya mengabdi di MI swasta sudah sejak 2001,saya mengharapkan pemerintah juga memperhatikan nasib kami,dan memasukkan kami dalam database,kami juga mencerdaskan anak bangsa,dan selayaknya pemerintah juga memperhatikan nasib kami,sehingga bisa menjadi PNS

  29. hayati
    3 November 2011 pukul 11:57

    pak, kapan dikeluarkan NAMA2 YANG YANG SUDAH TERDATA DLM DATA BASE? DAH G SBARAN LG NI PAK.

  30. dewi sag
    16 Desember 2011 pukul 19:31

    pak lelah menunggu kapan pp itu d tandatangani n kapan kami bs cpns honorerer kemenag swasta

  31. khusnul
    15 Maret 2012 pukul 12:55

    Pak/bu…sya mau mempertanyakan nasib gtt di MA negeri yang sudah tersertifikasi tp blm masuk data base…gmn nasib kami?sedang sekarang ada wacana guru honorer di sekolah negeri tdk boleh sertifikasi dan mau dilengserkan..atau dihilangkan..tolong balas ya…kami kn jg manusia yang butuh mencari nafkah?

  32. 15 April 2012 pukul 22:56

    jangan menyerah PTK (Pendidik dan Tenaga Kepndidikan) swasta karena semuanya berhak untuk mendapatkan hakyangsama jgn mw kalah sama PTK (Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) negeri walaupun pemerintah selalu berpihak kepada mereka. berjuang dan perlu diingat sebagai warga negara NKRI .mendapatkan pekerjaan yang layak dan kehigupan yang layak. percuma jadi warga NKRI kalau gak ada keadilan selalu berpihak kepada sekelompok saja yaitu yang bernaung di sekolah negri.

    maju terus pantang mundur sampai tercapai hak kita sebagai warga NKRI .
    semoga ada yang perhatian kepada kita PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) yang swasta ini.
    selamat berjuanggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg sampai tuntas tas tas tas tassssssss.

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga ยป