Sabtu, 3 April 2010 20:15 WIB Solo Share :

"Desa siaga bukan program pragmatis"

Solo(Espos)–Mantan Menkes Siti Fadilah Supari menegaskan bahwa program desa siaga merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencapai visi Indonesia Sehat.

“Jadi, desa siaga bukan program pragmatis. Justru kalau program dokter keluarga itu pragmatis. Termasuk Jamkesmas juga bukan pragmatis karena menggembalikan hak masyarakat sesuai dengan amanah undang-undang,” terang perempuan yang kini menjadi salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini dalam Seminar Optimalisasi Desa Siaga untuk Mewujudkan Indonesia Sehat di aula gedung F Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, Sabtu (3/4).

Seperti diketahui, program desa siaga merupakan salah satu program andalan Siti Fadilah saat masih menjabat sebagai menteri kesehatan (Menkes) pada kabinet Indonesia Bersatu. Legalisasinya sendiri yakni melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 546/Menkes/SK/VIII/2006 tanggal 2 Agustus 2006.

Menurut Fadilah dengan desa siaga masyarakat akan memiliki kesiapan dalam mengatasi kondisi darurat secara mandiri baik yang diakibatkan oleh bencana alam maupun kejadian luar biasa.

Bahkan, kata Fadilah di sejumlah desa di daerah Lumajang Jawa Timurmisalnya, desa siaga juga sekaligus dapat menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Sebab, tak hanya pengetahuan tentang kesehatan keluarga, dari kader dan masyarakat setempat kemudian juga bersinergi memecahkan persoalan ekonomi keluarga.

“Karena dalam desa siaga masyarakat diberi pengetahuan bagaimana menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia. Tidak sekadar masalah mencegah dan menangani penyakit saja,” terangnya.

Namun, terkait dengan masih belum berjalannya program desa siaga di beberapa wilayah, Fadilah mengatakan bahwa hal tersebut sebetulnya terkait evaluasi dan monitoring dari departemen kesehatan.

Namun demikian, kata Fadilah, yang juga menjadi kendala besar yakni masih besarnya ketergantungan dunia kesehatan Indonesia pada negera lain.

Padahal kemandirian, menurut Fadilah menjadi salah satu modal dasarnya. Ia mencontohkan, bagaimana bahan baku obat-abatan yang digunakan di Indonesia hampir 100% mengimpor dari China.

fey

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…