Jumat, 2 April 2010 14:14 WIB Ekonomi Share :

Utang masih Rp 21 miliar, Laba PDAM Solo belum maksimal

Solo (Espos)–Kendati sudah menjadi perusahaan yang berorientasi keuntungan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo hingga saat ini belum maksimal dalam membukukan laba. Hal ini terjadi lantaran PDAM masih dibebani banyak utang.

“Uang yang semestinya digunakan untuk investasi melayani pelanggan, justru digunakan untuk membayar utang. Padahal dari investasi itulah seharusnya bisa diperoleh laba,” tutur Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), kepada wartawan di sela-sela HUT PDAM, Kamis (1/3). PDAM juga ditarget agar dalam dua tahun ke depan urusan utang bisa diselesaikan, sehingga PDAM lebih mudah untuk mengembangkan diri menjadi perusahaan profesional.

Direktur Utama PDAM Solo, Singgih Tri Wibowo menambahkan, saat ini PDAM baru berkonsentrasi untuk menyelesaikan kewajiban atau utang PDAM kepada Bank Dunia.

“Tahun ini kami akan membayar utang sebanyak Rp 9 miliar dan tahun depan Rp 12 miliar,” tuturnya.

Alhasil, tutur Singgih, anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk investasi sementara harus dialihkan untuk membayar utang.

Dia menargetkan utang tersebut bisa selesai tahun depan, dengan disertai insentif berupa penghapusan bunga dan utang.

Untuk investasi sendiri, tahun ini PDAM menambah 3.000 pelanggan. Hal tersebut bisa setelah mendapat bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum berupa penyediaan debit air.

Instalasi akan dibangun di Jebres dan Jurug, dengan masing-masing kapasitas mencapai 50 liter per detik. Nantinya akan melayani pelanggan baru di wilayah Jebres, Jurug, dan Mojosongo.

haw

PT.GARMET, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…