Jumat, 2 April 2010 19:27 WIB Hukum Share :

Siswi SMP ngaku diperkosa

Gunungkidul–Kasus asusila yang melibatkan bocah di bawah umur kembali terjadi. Minul (bukan nama sebenarnya), 16, siswi sebuah SMP di Kecamatan Semin, mengaku diperkosa kenalannya bernama Wahono, 23, warga Dusun Duren,  Desa Karangsari, Kecamatan Semin. Tindak perkosaan terjadi pada bulan Januari lalu, namun baru dilaporkan Kamis (1/4) ke Polsek Semin.

Laporan orangtua Minul ke Polsek Semin langsung ditindaklanjuti petugas dengan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor. Hingga Jumat (2/4), penyidik Polsek Semin masih terus mendalami dugaan kasus perkosaan yang menimpa anak dibawah umur dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan korban.

Menurut keterangan Minul korban polisi, tindak perkosaan yang dilakukan Wahono terhadap dirinya terjadi pada Januari 2010 lalu. Korban mengaku, awalnya dia menolak ajakan terlapor yang mengajaknya melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Namun karena terus dipaksa dan Wahono juga berjanji akan bertanggung jawab, Minul akhirnya hanya bisa pasrah.

Agar dia tak hamil, terlapor juga memakai kondom saat melakukan hubungan intim. Menurut Minul,  tindak perkosaan terjadi di kamar mandi kosong di rumah terlapor.

Perbuatan bejat yang dilakukan terlapor terhadap Minul terungkap setelah orangtua korban curiga dengan perubahan perilaku yang dialami anaknya yang mendadak berubah menjadi pendiam. Saat didesak, Minul akhirnya menceritakan kejadian yang menimpanya.

Upaya penyelesaian masalah secara kekeluargaan tak membuahkan hasil, setelah Wahono menolak bertanggungjawab atas perbuatannya. Tak terima, keluarga Minul akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Semin untuk ditindaklanjuti.

Kapolsek Semin AKP Sumarno saat dikonfirmasi Harian Jogja, Kamis (1/4) membenarkan adanya laporan perkosaan yang dialami seorang siswi SMP. Menurut Sumarno, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban maupun terlapor. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, untuk sementara terlapor masih diamankan di Mapolres Gunungkidul.

Ditemui sejumlah wartawan, Wahono yang berstatus sebagai terlapor dalam dugaan perkosaan terhadap Minul mengaku perbuatan yang dilakukan didasari suka sama suka, serta tidak ada unsur paksaan saat melakukan hubungan intim. Dia juga menolak bertanggungjawab lantaran meyakini korban juga melakukan hubungan intim dengan lelaki lain.

JIBI/Harian Jogja/Endro

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…