Jumat, 2 April 2010 20:19 WIB Karanganyar Share :

Satu bulan ambles 80 cm, tanah di Guyon bergerak lagi

Kaaranganyar (Espos)–Tanah di Dukuh Guyon Desa Tengklik, Tawangmangu, terus mengalami pergerakan selama musim penghujan kali ini. Hingga Rabu (28/3) lalu, penurunan permukaan tanah di lokasi tertentu di wilayah setempat mencapai 80 centimeter (cm).

Kepala Dusun (Kadus) Guyon, Sumanto, dalam penjelasannya kepada Espos menyebutkan pergerakan terakhir tanah di lingkungannya terjadi setelah hujan deras selama beberapa jam. Meski memicu munculnya kekhawatiran di kalangan warga, dia mengatakan peristiwa tersebut tak sampai memaksa mereka untuk mengungsi dari rumah tinggal masing-masing.

“Selama sekitar satu bulan ini ada beberapa kali gerakan tanah di Dukuh Guyon, yang terbaru adalah hari Rabu (28/3) lalu, tetapi dalam skala yang relatif kecil. Toh begitu tetap saja membuat kami menjadi semakin resah dan was-was. Terlebih pada musim hujan ini penurunan tanah di lokasi-lokasi tertentu kedalamannya hingga sekitar 80 cm,” ungkapnya di Tawangmangu, Jumat (2/4) siang.

Sumanto memaparkan, pergerakan tanah di dukuhnya sebenarya telah berlangsung lebih dari dua tahun sejak akhir 2007. Selain merusak puluhan bangunan rumah penduduk dan membuat penghuninya pindah, fenomena itu juga mengakibatkan kerusakan jalan dan infrastruktur lain. Warga, kata dia, merasa bingung dan tidak tahu lagi harus berbuat apa guna mengatasi keadaan itu.

Secara terpisah, warga RT 02/RW III Dukuh Guyon, Sulis Giyono, 43, menyatakan pergerakan tanah kali terakhir di dusunnya setidaknya menyebabkan penurunan permukaan tanah di dua lokasi berbeda.

Dia mengatakan, amblesnya paving blok di tempat pertama diperparah gerusan air hujan yang meluap ke arah jalan dan mengalir di bawah paving. Hal itu tidak terjadi di titik kedua dimana permukaan tanah hanya turun kurang dari 10 cm. Tingkat penurunan yang demikian kecil membuat dampak akibat fenomena alam itu menjadi tak terlihat, kecuali jika diperhatikan dengan seksama.

try

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….