Jumat, 2 April 2010 17:18 WIB Hukum Share :

Janjikan pekerjaan, penipu ditangkap polisi

Solo (Espos)–Dua warga Solo ditangkap polisi lantaran diketahui menipu korban dengan janji mencarikan pekerjaan di salah satu bank swasta terkemuka. Korban dirugikan puluhan juta.

Pelaku tersebut adalah Eko Budi Susetyo, 53, warga Bandran RT 30/RW VIII, Gondang, Sragen dan Setyawan alias Kanjeng, 69, warga Ngoresan RT 1/RW II, Jebres, Solo. Mereka meringkuk di tahanan Polsek Jebres, Jumat (2/4). Sebelumnya, mereka ditangkap Unit Reskrim Polsek Jebres di masing-masing kediamannya.

Kanitreskrim Polsek Jebres Ipda Teguh Sujadi mewakili Kapolsek Jebres AKP Dwi Retnowati, menyatakan, penangkapan tersebut merupakan tidak lanjut polisi setelah mendapat laporan dari korban,  Sudjadi, 57, warga Majan, Kemasan RT 2/RW I, Sawit, Boyolali.

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada bulan Juli tahun lalu.

“Pelaku menjajikan kerja dengan syarat korban menyerahkan uang senilai Rp 40 juta. Dan di bulan Juli itu, korban sudah mengeluarkan uang Rp 25 juta,” tambah Teguh.

Hal itu dibuktikan korban dengan surat perjanjian dan kuitansi. Dalam surat perjanjian dinyatakan, korban membayar 50% dari total permintaan pelaku, yakni Rp 20 juta dan kuitansi pembayaran administrasi senilai Rp 5 juta.

Saat pembayaran, pelaku menjajikan panggilan kerja akan diterima tiga bulan setelah itu. Nyaris satu tahun, janji panggilan kerja tidak kunjung diterima pihak korban. Berkali-kali korban menanyakan hal itu kepada pelaku, namun tak jua menerima hasil.

Sementara itu, Kanjeng mengaku berstatus sebagai teman korban. Karena mendengar korban sedang ingin mencarikan pekerjaan untuk putrinya, maka ia memberikan informasi seperti yang ia dapat dari Budi.
Namun setelah beberepa pihak menyepakati perjanjian itu, Budi mengaku kesusahan mencari Joko.

m85

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…