Jumat, 2 April 2010 17:22 WIB Boyolali Share :

Dinilai menyengsarakan, warga Wonodoyo tolak penambangan galian C

Boyolali (Espos)–Keberadaan penambangan galian C di wilayah Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo meresahkan warga setempat. Mereka menolak aktivitas penambangan galian C karena dianggap bukan menyejahterahkan tapi malah menyengsarakan.

Demikian disampaikan salah satu tokoh masyarakat Dukuh Wonosari, Desa Wonodoyo, Riyanto pada acara Dialog tentang Penambangan Galian C, Kamis (1/4), di Balaidesa Wonodoyo Kecamatan Cepogo.

Sosialisasi itu dihadiri Bupati Boyolali, Sri Moeljanto, Asisten II Setda Boyolali, Mulyatno, Kepala Bappeda Djoko Triwiyatno dan Camat Cepogo, Arif Wardianta, serta Kepala Desa setempat, Bambang Widodo.

Acara sosialisasi itu diwarnai aksi dari ribuan warga Dukuh Wonosari, Dukuh Kujon dan Dukuh Wonodoyo, Desa Wonodoyo yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Lingkungan. Mereka menolak aktivitas penambangan galian C dan alat berat di desa tersebut.

Penolakan tersebut akibat rencana aktivitas penambangan galian C menggunakan alat berat di lereng Gunung Merapi sisi timur.

“Warga sudah mengalami kerugian yang besar dengan adanya penambangan galian C. Kompensasi yang diberikan tidak seberapa jika dibanding dengan dampak yang ditimbulkan. Penambangan galian C tidak menyejahterakan tapi malah menyengsarakan masyarakat,” jelas Riyanto.

Pernyataan senada disampaikan perwakilan warga lainnya, Isnanto dan Supomo. Mereka menolak adanya penambangan galian C sampai kapan pun. Bahkan, Supomo meminta ada peraturan desa (Perdes) yang mengatur Wonodoyo tidak boleh ditambang.

Pada dialog perwakilan warga itu juga terungkap warga mengancam akan mematikan aliran air dari sumber air di Pedut ke dukuh-dukuh jika penambangan galian C tetap dilaksanakan.

nad

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…