Kamis, 1 April 2010 15:42 WIB News Share :

Susno
Jangan terbuai penangkapan Gayus

Jakarta—Mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji, mengingatkan kepada semua pihak agar tidak terbuai dengan penangkapan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Gayus HP Tambunan dan penetapan tersangka Kompol A.

“Tapi sutradaranya belum ketemu, bukannya Gayus, itu terlalu kecil,” katanya saat menghadiri acara diskusi Reality Show “Penegakan Hukum, Mengubur Skandal Century”, di Doekoen Coffee, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/4)..

Acara itu juga dihadiri aktivis Petisi 28 Haris Rusly, Pengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens, mantan staf Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS) Laksma Mulyo Wibisono, dan pengamat ekonomi Kemal Syamsudin.

Sebelumnya, Gayus HP Tambunan berhasil dibawa oleh Tim Independen Mabes Polri dan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum, dari tempat persembunyiannya di Singapura.

Gayus HP Tambunan terjerat kasus aliran uang ke rekeningnya senilai Rp24,6 miliar yang diduga merupakan uang tindak pidana korupsi, pencucian uang dan penggelapan.

Mabes Polri sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus tersebut, antara lain, kuasa hukum Haposan, Kompol Arafat (Kompol A), dan Andi Kosasih.

Susno menyatakan saat ini yang harus dicari siapa sutradaranya yang menghubungkan ke pihak-pihak yang diduga terkait.

“Sutradara itulah yang belum ketemu dan pemerintah harus mendapatkannya,” katanya.

Dia mengatakan jika sutradaranya tertangkap, pasti akan terungkap dimana dia mangkalnya.

Ia menyatakan dirinya tidak takut mati demi mengungkap kebenaran dan adanya praktik mafia kasus tersebut.

“Saya tidak takut mati, semua orang pasti akan mati, kalaupun kita mati, kita hanya akan mendapat sejarah dan menjadi pelaku sejarah. Kesuksesan dan keberhasilan bukan milik orang penakut,” katanya.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…