Kamis, 1 April 2010 16:57 WIB News Share :

Kepala Bulog Subdivre Surakarta "disidang" Gubernur Jateng

Semarang–Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta pertanggungjawaban Kepala Perum Bulog Subdivisi Regional III Surakarta Nono Sukrono yang menyangsikan temuan beras berkualitas buruk saat inspeksi mendadak ke gudang Bulog Mojolaban, beberapa waktu lalu.

Permintaan pertanggungjawaban yang dihadiri langsung Kepala Perum Bulog Subdivisi Regional III Surakarta Nono Sukrono di Semarang, Kamis (1/4), disaksikan secara langsung Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah Hari Syahdan serta sejumlah pimpinan satuan kerja di lingkungan pemerintah provinsi ini.

“Saya minta ketegasan. Sebagai gubernur, saya berhak melakukan inspeksi ke gudang-gudang Bulog atau tidak? Kalau tidak, saya minta maaf,” kata Gubernur.

Menurut dia, temuan tentang beras berkualitas buruk saat inspeksi di gudang Bulog Mojolaban, merupakan fakta.

Ia menemukan lingkungan di sekitar gudang cukup kotor, jumlah beras tersimpan yang melebihi kapasitas gudang, serta banyak beras rusak dan berbau kurang sedap.

“Saya kurang tahu jumlah beras yang kurang baik, tapi yang pasti mencapai puluhan ton,” katanya.

Keberadaan gudang ini, menurut dia, justru tidak memberi kontribusi terhadap peningkatan nilai tukar petani.

Ia menyesalkan pernyataan Kepala Perum Bulog Subdivisi Regional III Surakarta yang justru mempertanyakan inspeksi mendadak yang dilakukannya.

“Hal ini tidak menunjukkan sosok seorang pemimpin,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Subdivisi Regional III Surakarta Nono Sukrono menyampaikan permintaan maaf kepada gubernur.

Menurut dia, pernyataan yang disampaikannya di media massa tidak bermaksud melecehkan gubernur.

Ia menyatakan kesiapan untuk memperbaiki kualitas beras di gudang ini serta gudang-gudang lainnya, sebelum didistribusikan.

Ia menuturkan kualitas beras yang kurang baik ini disebabkan oleh kondisi cuaca serta kelebihan produksi beras yang tersimpan di gudang ini.

“Selama tiga bulan terakhir, tidak ada masyarakat yang mengeluh terhadap kualitas beras dari gudang ini,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, Bulog Surakarta siap meningkatkan kualitas beras yang masih kurang baik dan siap menggantinya jika tidak layak konsumsi.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…