Rabu, 31 Maret 2010 21:11 WIB Sragen Share :

Mayat tanpa identitas ditemukan di tepi Bengawan Solo

Sragen (Espos)--Sosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan tewas di tepi Sungai Bengawan Solo, Rabu (31/3), sekitar pukul 06.00 WIB, tepatnya di Dukuh Newung RT 09, Desa Newung, Kecamatan Sukodono, Sragen. Mayat misterius tersebut ditemukan dalam kondisi kepala dibungkus plastik warga hitam dan ditalikan pada lehernya dengan kawat.

Mayat perempuan berusia sekitar 30-an tahun itu diduga dibunuh dan diceburkan ke Sungai Bengawan Solo. Informasi yang dihimpun Espos, di tempat kejadian perkara (TKP), mayat perempuan tersebut ditemukan salah seorang warga yang bertugas menjaga pompa air di Dukuh/Desa Newung, Sukodono, Sangsang, 60.

Penjaga pompa air yang tinggal di lingkungan RT 09 itu bermaksud hendak mencari kayu bakar di pinggiran Bengawan Solo, namun Sangsang dikagetkan dengan adanya seonggok mayat manusia dengan pakaian lengkap di pinggir bengawan.

Dari keterangan Jogoboyo Desa Newung, Parimin, 48, saat dijumpai Espos, mayat perempuan itu berhasil dievakuasi warga bersama sejumlah aparat Polsek Sukodono dan Puskesmas Sukodono sekitar pukul 10.00 WIB. Mayat tersebut masih beratribut pakaian lengkap, yakni menggunakan celana jean warna hitam dan kaos warna loreng kombinasi hitam dan kuning.

“Tinggi badannya sekitar 157 cm, namun kondisi rambut dan mukanya tidak kami diketahui, karena masih terbungkus plastik kresek warna hitam. Kami tidak berani membuka plastik itu. Bahkan aparat kepolisan pun juga belum berani membukanya sebelum sampai di RSUD Sragen,” kisah Parimin.

Kapolsek Sukodono AKP Suparmin menerima informasi adanya mayat di wilayah Newung bukan dari warga setempat, melainkan dari aparat Polres Sragen. Kapolsek Sukodono AKP Suparmin mewakili Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari mengaku sempat melakukan penelusuran Sungai Bengawan Solo hingga akhirnya ditemukan sekitar 10 meter dari rumah pompa air.

Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari menyatakan, fakta sementara atas kondisi mayat misterius itu diduga dibunuh, karena ditemukan bukti kuat kepala korban dibungkus dengan plastik dan diikatkan pada bagian lehernya dengan kawat.

trh

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…