Rabu, 31 Maret 2010 13:52 WIB Internasional Share :

Main game saat rapat, anggota Dewan dipecat

Bulgaria— Seorang anggota dewan kota Plovdiv, Bulgaria, dipecat gara-gara bermain Farmville di tengah rapat Dewan pekan lalu. Padahal, atasan pegawai bernama Dimitar Kerin itu sudah memperingatkannya untuk berhenti memainkan aplikasi dalam situs jejaring sosial Facebook tersebut. Namun Kerin tidak peduli dan terus ‘bercocok tanam’.

Seperti dikutip dari laman Social Times, Rabu (31/3), dengan memanfaatkan koneksi internet nirkabel yang baru terpasang di kantor dewan kota Plovdiv, Kerin membawa komputer jinjingnya ke ruang rapat, dan menekuni lahan pertaniannya.

Ilko Iliev, Ketua Dewan, memergoki kegiatan Kerin dan memberikan peringatan beberapa kali dengan mengatakan bahwa teknologi yang dipasang di kantor dewan bukan untuk bermain game.

Namun entah bagaimana, aplikasi permainan terpopuler di Facebook tersebut begitu menyedot perhatian Kerin hingga dia tidak mengindahkan peringatan bosnya.

Rupanya seorang anggota lain dalam Dewan beranggotakan 51 orang tersebut muak dengan kelakuan Kerin dan juga muak dengan Farmville. Dia, Todor Hristov, kemudian menyusun proposal berisi wacana pemecatan Kerin dari keanggotaan dewan kota terbesar kedua di Bulgaria tersebut.

Dalam proposalnya, Hristov menulis bahwa Kerin harus diberhentikan agar ia memiliki waktu lebih banyak untuk mengelola pertanian virtualnya. Pemungutan suara pun digelar, dan Kerin harus kehilangan pekerjaan karena kalah tipis di pemungutan suara, 19-20.

Kerin membela diri. Menurutnya, bukan hanya dia satu-satunya yang bermain Farmville di Dewan Kota.

Dia menunjuk seorang rekan anggota Dewan yang juga bermain Farmville dan telah mencapai level 46. Padahal Kerin sendiri baru mencapai level 40. Beberapa rekan Kerin menilai pembelaan diri Kerin cukup rasional. Namun sayangnya, Kerin tetap harus angkat kaki dari kantor Dewan.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…