Rabu, 31 Maret 2010 11:20 WIB News Share :

Mahfud MD
Banyak kasus lebih gila dari Gayus

Jakarta— Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengingatkan untuk tidak cepat puas dengan tertangkapnya makelar kasus (Markus) pajak Gayus Tambunan.

Menurutnya, masih banyak kasus-kasus besar yang belum terungkap. “Kasus-kasus yang lebih besar dan lebih gila masih banyak, belum terungkap,” ujar Mahfud di Jakarta, Rabu (31/3).

Keyakinan Mahfud atas adanya kasus-kasus besar yang belum terungkap diperolehnya dari para mahasiswa prgram S-3 yang ia ajar di sejumlah perguruan tinggi.

Para mahasiswa hukum yang sebagian besar kalangan pengacara, hakim, jaksa, dan polisi itu sering diminta Mahfud untuk membuat makalah berisi persoalan empiris hukum di Indonesia.

Dalam makalah-makalah yang nama penulisnya dirahasiakan itu, mereka memaparkan kasus-kasus korupsi, mafia dan penyimpangan yang mereka saksikan atau temui sendiri. “Saya yakin kasus-kasus yang diungkap oleh para mahasiswa saya itu benar,” lanjut Mahfud.

Untuk memberantas mafia hukum itu, Mahfud berpendapat agar dilakukan langkah yang fundamental, tidak parsial seperti yang dilakukan selama ini.

Menurut Mahfud, langkah fundamental yang harus dilakukan adalah mengisi semua jabatan puncak di pemerintahan, kejaksaan, kepolisian, bahkan di tingkat pimpinan nasioal sekalipun dengan orang yang bersih dan punya keberanian.

Sifat bersih dan berani mutlak ada secara bersamaan dalam setiap jenjang kepemimpinan lembaga. Pimpinan yang bersih tapi tidak punya keberanian akan membiarkan/tidak berani menindak bawahannya yang melakukan penyimpangan.

Sedangkan yang tegas tetapi tidak bersih juga percuma karena langkahnya tidak akan dipercaya bawahannya.

Ketua MK Mahfud MD termasuk pejabat yang sudah lama mengingatkan adanya mafia hukum atau makelar kasus di sejumlah lembaga negara. Namun, peringatan Mahfud MD itu sering tidak direspon sebagaimana mestinya oleh pihak-pihak terkait.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…