Rabu, 31 Maret 2010 14:59 WIB News Share :

KAKPP desak pencekalan Misbakhun

Jakarta— Koalisi Antikejahatan Perbankan dan Perpajakan (KAKPP) mendesak Komisaris Utama PT Selalang Prima International, M Misbakhun, segera dicekal. Desakan ini muncul setelah Franky Ongkowardojo, Direktur Utama PT Selalang Prima International (SPI) yang diduga memiliki L/C fiktif di Bank Century, sudah ditahan.

“Pencekalan Misbakhun dimungkinkan pada saat polisi menunggu keluarnya surat izin penahanan yang bersangkutan,” kata Umar Syadat Hasibuan, juru bicara KAKPP di Jakarta, Rabu (31/3). Saat ini Bareskrim Mabes Polri menunggu surat izin dari Presiden untuk melakukan penahanan terhadap anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

“Pencekalan juga dapat memupus anggapan publik bahwa orang-orang yang ‘berkasus’ bisa melarikan diri ke Singapura dengan mudah,” kata Umar.

Umar yang juga Staf Khusus Menteri Dalam Negeri itu mengingatkan, akhir-akhir ini fenomena pelarian orang-orang ‘berkasus’ ke Singapura mencuat lagi. Individu-individu yang diduga terkait kasus kejahatan perbankan maupun perpajakan, ramai-ramai melarikan ke Singapura untuk menghindari penahanan oleh aparat kepolisian.

“Kami mencatat, dalam tiga bulan terakhir sudah dua orang kabur ke Singapura. Yang pertama adalah Teguh Boentoro, rekan Misbakhun dan pemilik PT Citra Senantiasa Abadi (CSA) yang ditengarai memiliki L/C fiktif Bank Century. Yang kedua adalah Gayus Tambunan, pegawai Ditjen Pajak yang diduga menjadi ‘markus’ pajak,” katanya.

Misbakhun memiliki 99 persen saham PT SPI. Perusahaan tersebut memperoleh L/C senilai Rp. 22,5 juta dolar AS dari Bank Century. Namun, barang yang dimaksudkan untuk dibeli melalui fasilitas L/C tersebut diduga tidak pernah ada.

Ditjen Bea dan Cukai mengaku tidak menemukan data impor kondensat atas nama PT SPI. Dalam dugaan L/C fiktif ini, polisi juga telah menetapkan empat tersangka dari pihak Bank Century, Robert Tantular, Hermanus Hasan Muslim, Linda Wangsa Dinata, dan Krishna Jagateesen.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…