Rabu, 31 Maret 2010 18:05 WIB Karanganyar Share :

Jembatan penghubung 4 kecamatan ambrol, aktivitas terhambat

Karanganyar (Espos)–Pagar pengaman jembatan penghubung antarkecamatan di Dukuh Tangkluk Desa Jumantoro, Jumapolo, ambrol setelah diterjang air hujan, Selasa (30/3) petang. Kejadian itu mengakibatkan terhambatnya aktivitas perhubungan warga setempat.

Informasi yang dihimpun Espos di tempat kejadian menyebutkan, pagar sisi barat jembatan penghubung  Kecamatan Jumapolo, Jumantono, Matesih, dan Jatiyoso itu ambrol setelah tidak kuat menahan terjangan air buangan yang cukup deras. Terlebih bangunan yang  melintas di atas Sungai Ngranjing hasil swadaya masyarakat tersebut telah berusia sekitar 40 tahun.

“Kejadiannya kemarin petang setelah hujan deras selama beberapa jam di Jumantoro dan sekitarnya. Langsung kami laporkan ke Badan Kesbangpolinmas (Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat) Karanganyar karena merupakan bencana,” ungkap Camat Jumapolo, Bambang Sri Widodo, ditemui di sela-sela meninjau lokasi, Rabu (31/3).

Bambang yang saat itu didampingi Danramil Jumapolo, Kapten A Suparmanto, dan Kepala Desa (Kades) Jumantoro, Suwarno, menyatakan jembatan di Tangkluk menjadi prasarana vital untuk perhubungan masyarakat di beberapa kecamatan. Karena itu pihaknya berharap jembatan itu bisa secepatnya diperbaiki agar tidak terlalu lama mengganggu mobilitas antarwilayah.

Sementara itu Suwarno, menekankan hal serupa. Menurutnya  keberadaan jembatan di Tangkluk sangat penting karena menunjang pergerakan roda perekonomian warga. Terutama mereka yang tinggal di desa-desa di empat kecamatan yang saling berbatasan langsung.

try

lowongan pekerjaan
HRD PT. Bengawan Inti Kharisma (Management SOLO GRAND MALL Lt. 4A), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…