Rabu, 31 Maret 2010 16:26 WIB News Share :

Janda veteran senang Presiden janjikan rumah

Jakarta— Janda veteran yang menjadi terdakwa kasus sengketa tanah mengaku senang mendapatkan bantuan dari Presiden. Presiden berjanji akan memberikan rumah jika mereka kalah di pengadilan.

“Perasaannya senang, saya mengucapkan terimakasih Pak Presiden mau memperhatikan kami,” kata Soetarti di Kantor Staf Khusus Presiden di Jakarta Rabu (31/3).

Asisten Staff Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Setiyardi mengatakan beberapa solusi yang disiapkan adalah melakukan komunikasi informal seperti kepada Perum Pegadaian.

“Kasus seperti ini sebetulnya mayoritas dapat diselesaikan di luar pengadilan, kita sangat berharap bisa selesai dengan cara kekeluargaan agar segera mendapatkan rumah layak hidup nyaman di hari tua,” katanya di kantor staf khusus Presiden di Jakarta Rabu (31/3).

Setiyardi menjelaskan esensi yang paling penting dari pertemuan yang dilakukan adalah keinginan para janda tersebut memiliki rumah. Sehingga salah satu opsi yang disiapkan adalah menyediakan rumah bagi mereka, bisa dengan cara memberikan subsidi, atau melalui bantuan corporate social responsbility (CSR) BUMN. “Yang penting mereka mempunyai tempat tinggal,” ujarnya.

Soetarti juga tak keberatan jika dia pindah rumah, meski menginginkan rumah lamanya. “Kalau terpaksa tidak apa-apa, yang penting ada rumah,” katanya.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…