Rabu, 31 Maret 2010 12:51 WIB News,Hukum Share :

Jaksa Agung akui ada keanehan penanganan Gayus

Jakarta— Jaksa Agung Hendarman Supandji mengakui adanya berbagai keanehan dalam penanganan kasus pegawai Ditjen Pajak, Gayus H Tambunan, yang dijerat kasus penggelapan uang sebesar Rp 395 juta. Tuntutan yang dilayangkan kepada Gayus saat itu adalah hukuman percobaan 1 tahun.

Hal itu dikatakan oleh Hendarman setelah tim yang dia bentuk melakukan eksaminasi atau kajian terhadap kasus tersebut. “Itulah, ada keanehan-keanehan dalam berkas perkara. Saya bertanya-tanya kenapa bisa seperti itu? Hasil eksaminasi sudah saya serahkan kepada Jamwas (Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan), untuk dilihat kesalahan penanganan perkaranya ada di mana,” kata Hendarman dalam Coffe Morning bersama wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (31/3).

Padahal, menurut Hendarman, ada indikasi tindak pidana korupsi dalam kajian Jampidsus saat kasus tersebut sampai di Kejaksaan Agung. “Tapi kenapa hanya penggelapan dan money laundering? Kenapa korupsi tidak dipertajam? Itu juga bagian dari keanehan,” ujarnya.

Hendarman mengungkapkan, ia sudah meminta kepada Jamwas untuk meneliti apakah kesalahan dan keanehan itu karena kecerobohan jaksa atau ada latar belakang kepentingan lain. “Kalau jaksanya bodoh kok enggak mungkin, jam terbangnya tinggi. Kecerobohan, mungkin. Alasan ada kepentingan, mungkin juga,” kata Hendarman.

kompas/rif

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….