Rabu, 31 Maret 2010 16:54 WIB Boyolali Share :

10.000 KK di Boyolali terancam letusan Gunung Merapi

Boyolali (Espos)–Penanganan bencana di tujuh desa di wilayah Kabupaten Boyolali yang berada di lokasi Ring I atau bahaya utama erupsi Gunung Merapi, dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab, bahaya letusan gunung itu diperkirakan dapat mengancam sekitar 10.000 kepala keluarga (KK) yang bertempat tinggal di wilayah tersebut.

“Ada sekitar 10.000 KK yang saat ini bertempat tinggal di lereng Gunung Merapi atau di lokasi Ring I yang dinilai sebagai kawasan paling berbahaya. Sehingga jika terlambat melakukan evakuasi saat terjadi bencana dampaknya akan sangat luas,” ungkap Bupati Boyolali, Sri Moeljanto saat menerima kunjungan kerja (Kunker) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Jawa Tengah (Jateng) di Ruang Kepodang Kantor Pemkab Boyolali, Rabu (31/3).

Tujuh desa tersebut, tiga di antaranya Desa Tlogolele, Desa Jrakah dan Desa Klakah yang ada di Kecamatan Selo. Tiga desa lainnya, yakni Desa Mriyan, Desa Sangup dan Desa Cluntang berada di Kecamatan Musuk, serta Desa Wonodoyo yang berada di Kecamatan Cepogo. Tujuh desa itu masuk dalam kawasan bahaya satu atau Ring I.

“Lokasi desa ini sangat dekat dengan pusat letusan Gunung Merapi sehingga material gunung yang meletus hanya butuh waktu kurang dari 10 menit untuk menerjang tujuh desa tersebut,” terang Bupati.

Menurut Bupati, wilayah Kabupaten Boyolali yang cukup luas memiliki berbagai kerawanan bancana alam, perlu mendapatkan perhatian serius dalam penanganannya. Setidaknya, tambah Bupati, terdapat empat bencana alam yang dapat mengancam di sejumlah daerah rawan bencana, yakni tanah longsor, banjir, angin ribut dan letusan Gunung Merapi.

sry

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…