Selasa, 30 Maret 2010 11:29 WIB Sport Share :

Taufik Hidayat
Pemerintah nomorsatukan sepakbola

Makassar— Atlet bulu tangkis nasional, Taufik Hidayat mengkritik pemerintah terkait pengembangan olahraga nasional di Indonesia. Menantu Agum Gumelar ini menganggap, pemerintah masih pilih kasih terhadap pengembangan olahraga nasional.

“Saya sudah bertahun-tahun di bulutangkis. Saya rasakan, bulutangkis masih kurang mendapat perhatian dibanding olahraga lainnya,” ujar Taufik Hidayat saat jumpa pers di Makassar, Senin malam (29/3).

Taufik yang datang ke Makassar untuk membuka kejuaraan nasional bulutangkis antar pelajar SD dan SMP ini, mengaku cemburu terhadap cabang olahraga Sepakbola.

Dikatakannya, meski prestasinya tidak begitu bagus, namun pemerintah selalu menomorsatukan cabang olahraga itu.

“Lihat saja, sepak bola yang bukan hanya minim, tapi sama sekali tidak punya prestasi, tapi bisa mendapat kucuran dana hingga ratusan miliar untuk pembinaan atau sejenisnya,” tegas Taufik.

Kucuran dana terhadap sepakbola itu terlihat dihampir seluruh daerah. Dimana, pemerintah menganggarkan dana yang khusus untuk cabang olahraga sepakbola.

Perlakuan itu sangat berbeda dengan cabang lainnya termasuk bulutangkis. Padahal, kata Taufik, cabang olahraga bulutangkis yang digelutinya membawa nama Indonesia ke ajang internasional.

“Harusnya, jika pemerintah ingin semua cabang olahraga berprestasi, maka pemerintah harus memberikan porsi yang sama terhadap semuanya. Jangan yang tidak berprestasi justru diberi lebih banyak sedangkan yang berprestasi, dananya biasa-biasa saja,” tambahnya lagi.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…