Selasa, 30 Maret 2010 18:24 WIB Klaten Share :

Setahun diresmikan, talut Sungai Kowangan ambrol

Klaten (Espos)–Talut Sungai Kowangan di Desa Cawan Kecamatan Jatinom, Klaten ambrol pada pekan lalu meski baru berusia satu tahun setelah diresmikan pada Februari 2009 silam.

Pantauan Espos di lokasi, Selasa (30/3), ambrolnya talut Sungai Kowangan itu mempunyai panjang sekitar lima meter, lebar sekitar dua meter, dan tinggi sekitar 10 meter. Banjir yang melanda Sungai Kowangan pada Minggu (21/3) lalu, tak mampu ditahan oleh dinding talut. Akibatnya, talut itu longsor meski baru diresmikan setahun silam.

Kadus I Pemerintah Desa (Pemdes) Cawan, Eko Maryono saat ditemui di lokasi mengatakan, pembangunan talut itu merupakan satu paket dalam proyek pembangunan bendungan Kowangan. Dia menjelaskan, proyek pembangunan bendungan Kowangan itu dimulai pada 2008 dan baru diresmikan langsung oleh Bupati Klaten, Sunarna pada 9 Februari 2009 lalu.

Dia mengatakan, proyek pembangunan bendung Kowangan sekaligus talut sungai itu menelan anggaran senilai Rp 1, 1 miliar dari APBD Pemkab Klaten.

“Proyek pembangunan bendungan itu dimaksudkan untuk mengatur pasokan air untuk lahan pertanian seluas 30 hektare di Desa Cawan dan Jemawan,” tutur Eko.

Eko menyanggah jika ambrolnya talut itu diakibatkan kesalahan pada besteknya. Menurutnya, ambrolnya talut itu murni karena besarnya banjir yang melanda Sungai Kowangan pada Minggu lalu.

Dia menjelaskan, ambrolnya talut itu berada pada tikungan Sungai Kowangan. Derasnya aliran air sungai,  kata Eko, mampu mengerus tanah di bagian bawah talut sehingga mengakibatkannya ambrol.

mkd

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…