Selasa, 30 Maret 2010 16:31 WIB News Share :

PBNU
Penuhi hak korban Lapindo

Jakarta— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga mendukung usul Presiden SBY agar lumpur Lapindo dijadikan kawasan wisata geologis. Namun PBNU meminta hak-hak para korban lumpur Lapindo dipenuhi sampai tuntas sebelum beralih ke rencana pembangunan.

“Kalau kami berfikirnya sederhana. Silahkan mau dijadikan apa saja kalau rakyat dan korban sudah mendapatkan ganti rugi yang wajar. Itu dulu yang penting,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj kepada wartawan usai bertemu Ketua DPR Marzuki Alie di Ciganjur, Jakarta, Selasa (30/3).

Menurut Kiai Said, panggilan akrabnya, penyelesaian terhadap korban lumpur Lapindo terkesan berlarut-larut. Jika memang ada rencana lain untuk kawasan itu, penyelesaian sengketa dan hak korban sebaiknya dituntaskan dulu.

“Kalau sudah selesai, mau dijadikan tempat jet ski, lapangan bola atau apapun, terserah. Saya melihat, kok lama sekali menyelesaikan begitu saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke kawasan lumpur Lapindo, Presiden SBY mengusulkan agar lokasi semburan lumpur Lapindo bisa dijadikan sebagai kawasan wisata geologis, pertanian dan perikanan. Dengan posisi kawasan wisata geologis ini, banyak hal yang bisa dimanfaatkan, salah satunya untuk tujuan studi.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…